Cari Blog Ini

Memuat...

Follow Me

Minggu, 11 September 2016

JAKARTA BERFIKIR

Di Jakarta ini kalau ada yang ingin macam macam dalam agama akan berfikir beribu kali, sejak Zamannya Sayid Ustman bin Yahya Mufti Betawi membentengi Umat Islam Jakarta dan sekitarnya sebut saja semisal urusan potong hewan Babi di Zaman dulu di pinggir kali, yang mana hal tersebut di protes oleh masyarakat Betawi pada waktu itu dan Habib Ustman pun mendatangi kantor Gubernur Batavia untuk memprotes hal tersebut dengan alasan air kali di Gunakan oleh Masyarakat bukan saja untuk Mandi dan minum saja tapi di gunakan untuk ber Wudhu,dengan Protes keras dari sang Mufti Betawi pada waktu itu pada akhirnya pemerintah Belanda membuat peraturan akan pemotongan Hewan Babi di tanah Betawi

Di  Zaman Habib Ali AlHabsyi Kwitang bila ada yang mempersulit Tablig / Pengajian Habib Ali akan memprotes hal tersebut, hingga pemerintah Belanda pada waktu itu mengizinkan acara Tablig di Batavia
Lain lagi dengan Tuan Guru Marzuqi dari Kampung Muara di kala pemerintah Belanda mendatangkan Syeh Ahmad Surkati untuk di perbantukan mengajar di Jamiatul Khair dengan lantangnya Guru Marzuqi berkata " Kalo Surkati berani masuk Mester nanti ana timpe lak lakannye ...... " karna hal tersebut Guru Marzuqi harus berurusan dengan Belanda
Guru Marzuqi melakukan hal demikian untuk membentengi Aqidah masyarakat Betawi, mengingat Syeh Ahmad Syurkati yang memang berbeda Aqidah dengan Masyarakat Betawi pada Umumnya

Begitu pula di saat penjajahan Jepang Habib Ali menolak untuk masyarakat Betawi menyembah ke Matahari hingga di awal masuknya penjajah Jepang ke Jakarta ini,Habib Ali di Jebloskan ke Penjara di Glodok dengan alasan antek antek Hindia Belanda dengan dalih mendapat bintang Oranje Nassau Orde dari Belanda wal hal Habib Ali menentang penghormatan terhadap Dewa Matahari yang di haruskan oleh Penjajah Jepang pada waktu itu dan juga penjajah Jepang menutup Madrasah Unwanul Falah milik Habib Ali di Kwitang dan merencanakan hukuman mati terhadap sang Ulama besar tersebut

Mengetahui akan tersebut terjadi Protes besar besaran dari Umat Islam Jakarta yang pada akhirnya Habib Ali pun di bebaskan

Di saat Proklamasi 17 Agustus 1945 Ulama yang menganjurkan untuk mengibarkan bendera warna merah dan putih di kampungnya masing masing adalah Habib Ali Kwitang, hal tersebut di ikuti oleh murid murid beliau diantaranya Habib Ali bin Husein AlAthas, Habib Salim bin Jindan, Guru Mansur Jembatan Lima dan Umumnya Masyarakat Jakarta pada waktu itu, kejadian tersebut membuat Jepang tidak senang karna sudah menyalahi aturan yang sudah di tetapkan

Di saat NU mengeluarkan Fatwa di tahun 50an hasil muktamar belum sempat Fatwa tersebut masuk Jakarta, Habib Salim bin Jindan dan KH Hasbialloh membuat pernyataan penolakan atas nama Persatuan Ulama Jakarta karna di khawatirkan membuat resah Umat Islam
Pada waktu Bung Karno mengeluarkan ide NASAKOMnya yang pertama kali menolak adalah Habib Ali Kwitang dan meminta kepada Habib Salim bin Jindan bila menyampaikan Tasewirnya ( Ceramahnya ) dimana mana untuk menentang hal tersebut, kejadian tersebut sempat membuat Bung Karno marah

Di Tahun 1969 di saat Presiden Soeharto meminta kepada Mentri agama pada waktu itu, agar Umat Islam membayarkan Zakatnya kepada Pemerintah saja, dengan lantangnya Habib Salim bin Jindan menolaknya dengan keras dan berbicara di setiap ceramahnya

" Bilang sama Pemerintah kagak usah urusin Zakat Umat Islam ....... dan kalau ada yang dekat dengan Alamsyah bilang sama dia jangan suka bujuk bujuk Ulama untuk terima akan hal tersebut "

Karna penentangannya terhadap pemerintah yang keras pada waktu itu sempat muncul larangan mengundang kepada Habib Salim untuk berceramah di manapun, bagi yang melanggarnya sangsinya akan di tahan oleh Pemerintah dengan alasan mengacaukan keamanan Negara

Pada saat Gubernur Ali sadikin membangun tempat perjudian dan lain lain, gelombang penolakan dari para Ulama berdatangan terutama dari Kwitang yang pada akhirnya Habib Ali bin Husein Al Athas meminta kepada Habib Muhammad untuk mengingatkan Gubernur, pada akhirnya Gubernur Ali Sadikin menyatakan dihadapan Ribuan Umat Islam di Majlis Kwitang pada hari Minggu 18 Oktober 1970, bahwa dirinya membuat hal tersebut bukan untuk Umat Islam dan beliau menyatakan kalau ada Umat Islam yang ikut didalamnya itu adalah yang kurang kuat Imannya

Walaupun demikian banyak para Ulama yang tetap tidak setuju akan apa yang dilakukan Gubernur pada saat itu terlebih di saat ada pembongkaran Makam dan rencananya Jasad jadad mereka akan di Kremasi,mengetahui akan hal tersebut karuan saja para Ulama dengan lantang menolaknya,sebagai mana dilakukan oleh KH Abdulloh Syafi'i di Asyafiiyah yang mengharuskan Radionya (RAS FM sekarang dulu Radio As-Syafi'iyyah di frekuensi AM ) harus berhenti Syiaran untuk beberapa waktu

Terlebih di kala Gubernur akan membongkar ratusan Makam Ulama di Tanabang satu diantaranya adalah Makam Mufti Betawi AlHabib Ustman bin Yahya ( Pengarang Sifat 20 ), dengan sekuat tenaga para Ulama menolak akan hal tersebut, namun pemerintah tetap bersi keras melakukan hal tersebut dengan alasan pembangunan

Demikian sekilas yang kami utarakan, inginnya semua kami tuliskan tapi khawatir jadi kepanjangan

Semoga menjadi Maklum adanya ........
.
Sumber : Anto Djibril
©zawiyyahmahabbah@2016

1 komentar:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
    sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
    kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
    Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
    1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
    melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
    dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
    saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
    kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
    penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
    dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
    minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
    buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
    Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
    sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
    Atau Kunjungi Situs KYAI www.pesugihan-uang-gaib.blogspot.co.id/ agar di
    berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
    hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin
    seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

    BalasHapus

Give Your Comment

Amazon MP3 Clips