Cari Blog Ini

Follow Me

Selasa, 16 Agustus 2011

Salah Faham Ataukah Benar- benar Angkuh

janganlah bermain, jika tidak mau dipermainkan,,,,
jangan salahkn orang laen jika orang laen pun bermain,
meskipun sediktpun seblmny tdk ada permainan,
semua haya untukmenghargai semata,,,
namun angkuh yang menyapa,,

Ungkapkanlah jika tidak suka atau merasa terganggu,
karena ungkapan tersebut lebih baik dari pada bermain dengan permainan yg di ajarkan sang guru,
Intinya permainan yang masih bisa bahkan sangat jelas inti sebenarnya seperti apa,,,?
meskipun brusha tuk berfkir fostif
sadar tak sadarpun kan terasa hina, meski dengan sadar jasamu takkan terbalas
namun keangkuhan yang terjadi,

baik burukny sesuatu bsa d liat dari sikap, ucapan dan peilaku,
bahkan sifat-sifat toleransi dan saling menghargai,,,
tetapi jika semuanya sudah melebihi batas sabar nan toleransi.
siapapun akan merasa sangat tidak d hargai, dan di anggap sampah,
bagaikan seorang hina menyapa pejabat tinggi,
yang bahkan waktupun tak pernah merasa di tunggu.
Terus dan terus seperti itu,
apakah mungkin di sengaja,,,??

owh,,klo tdak,,,jelas jika se2orng memohon bantuan dan amanat, mungkin tidak akan di khianati,
lebih baik anda menolak, dan berkata "saya tidak mau membantu anda"
dari pada mengkhianatinya.

semoga hati tidak mengucapkan yg buruk untuk kesalahan tersebut.
karena hanyalah keras kepala yang kelak pasti akan disadari.

mohon maaf lahir nan bathin,
Jangan sampai anda menjual lagi harga diri jika terus tak dihargai,
jika sudah berlebihan,,,
lebih baik tidak peduli, karena jika terus dipedulikan
Sebuah tihang akan semakin merasa kokoh dengan kesombongan.

terimakasih yang terakhir untuk sebuah kebaikan
Kutipan emosianal dengan sadar, bukanlah tanpa sadar.
dengan tujuan, mengintimidasi semoga suatu saat pembaca terbuka. Amien.
Tarik kesimpulan diatas
Semoga Bermafaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.