Sabtu, 28 Juli 2012

Adil Dalam Sebuah Pengertian Rasa


Ketika Berfikir sejenak,
Penulis mendalami sebuah rasa yang secara umum sulit untuk di ungkapkan.


Kita ingin di takuti dan disegani sangatlah mudah,,,,
perintah kita ingin di turuti dan di anut pun sangatlah mudah,,,,
tat kala ketika kita bisa mengerti oranglain,,,

Namun sebaliknya,
Ketika kita berupaya untuk mengerti orang lain,
Ada kalanya kita ingin untuk dihargai dan dibalas atas pengertian orang lain tidaklah mudah,,,karena hanya pengorbanan yang bisa kita berikan,,,
Semakin banyak pengorbanan, maka semakin tingginya harapan,,,
ketika harapan semakin tinggi maka keberhasilan dan atau bahkan kekecewaan tersebut akan semakin tinggi.
Kita Hanyalah manusia biasa, Buktinya seorang Waliulloh dan bahkan Nabi sekalipun memiliki amarah,,,,"Terkecuali Rosululloh".
Sebelau jangkauannya melebihi kapasitas amarah kita, Upayakan meminimalisir agar amarah kita terkendali dan tidak terpancing nafsu, sehingga apa yang kita lakukan maksimalnya ikhlas dan atau sebatas mencapai keridhoan,,,
jangan memaksakan mencapai tahap maksimal, karena pada titik maksimal tersebut mengandung dua hasil yaitu gagalkah dan atau keberhasilan yang memuaskan.
Maka dari itu, mengalah dan pasrahlah salah satu upaya akhir untuk menanggulangi puncak suatu kegagalan dan atau keberhasilan,

SELAMAT BERPUASA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Burung Hantu Istimewa

  Burung Hantu