Cari Blog Ini

Follow Me

Jumat, 28 Maret 2014

AGAR SELAMAT DARI AZAB KUBUR

DAHSYATNYA MALAM PERTAMA

وَحَاقَ بِئَالِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الحِسَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَسِيًّا وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ العَذابِ (46)

Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya hari kiamat. (dikatakan kepada malaikat) : “Masukanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.“ ( Al Mukmin: 45-46)

Ialah kubur, yang akan memusnahkan jasad menusia dalam benaman tanah. Menunggu hari kebangkitan dan menggiring manusia kehadapan Rabbul ‘Alamin. Menunggu saat ditiupnya sangka kala. Seluruh penghuni kubur berada dibawah tanah. Tak ada seorang pun yang mengetahui nasib mereka, kecuali Dzat yang Maha mengetahui hal hal yang tersembunyi.

Umar bin Abdul Aziz berkata kepada beberapa kawan majlisnya, “ Wahai fulan, engkau telah melewati suatu malam. Apakah pernah kau berfikir tentang kubur dan penghuninya? Kalau kau tahu keadaan sebenarnya dalam kubur, pasti kau tidak akan berani mendekat. Kau akan mendapati sebuah rumah yang diliputi rasa resah dan nanah yang mengalir dibawahnya. Binatang tanah akan mengerumuni mayat sehingga berubah baunya. Kain kafan pun terkoyak rapuh, setelah sebelumnya beraroma harum dan bentuknya bagus.”
Telah banyak hadist yang menjelaskan peristiwa peristiwa yang terjadi dialam kubur, diantaranya :

1. Sambutan Kubur.

Dari Abu Sa’id Al Khudrie, ia berkata, Rasullalah Shollallohu 'Alaihi Wasallam memasuki tempat shalat, dan dilihat orang orang yang sadang bercakap cakap. Beliau bersabda, “Kalau saja kalian mengingat, Sang Pemusnah kenikmatan (kematian), pasti akan disibukkan oleh kematian. Maka perbanyaklah mengingat kematian.

Sesunguhnya tidaklah seorang dari kalian dimakamkan, kecuali kubur akan berbicara kepadanya, “Aku tempat yang asing. Satu satunya tempat bagimu, aku tempat yang terbuat dari tanah. Tempat binatang dari tanah.
Jika yang dimakamkan adalah seorang mukmin, kubur itu berkata, “Selamat datang. Engkaulah orang yang paling aku cintai dari sekian orang yang berjalan diatas ku. Akulah yang menjadi penguasamu, dan engkaulah yang menjadi penghuniku. Akan engkau alami apa yang aku perbuat untukmu. Maka diluaskanlah kubur sejauh dia memandang, dan dibukalah pintu surga,
Tetapi apabila yang dikubur orang yang Fajir (Orang yang selalu berbuat maksiat) atau kafir, ia selalu berkata, “ Celakalah engkau! Kau adalah orang ku benci diantara sekian manusia yang berjalan diatasku. Kini aku menguasaimu, dan engkau menjadi penghuniku. Akan kau alami apa yang ku perbuat untuk mu.” Beliau melanjutkan sabdanya, “ Maka disempitkanlah kuburnya sedekat ia memandang dan dibukalah pintu neraka,” (HR. Tirmidzi)

2. Himpitan Kubur

Aisyah r.a berkata, bahwa Rasulallah Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, “ Sesungguhnya setiap kubur memiliki tekanan /himpitan. Seandainya seorang selamat darinya, maka Sa’ad bin Mu’adz selamat darinya.”

Sa’ad bin Mu’adz, pemimpin Anshar yang syahid diujung panah pada perang khandaq. Kematian Sa’ad mengoncang Arsy Allah Subhanahu Wata'ala. Meski demikian, Sa’ad yang demikian hebat saja masih disindir oleh Rasulallah dalam hadistnya yang diatas. Lalu bagaiman orang orang selain Sa’ad? Kita memohon keselamatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Penyempitan kubur akan dialami oleh siapa saja, tak peduli orang mukmin atau orang kafir. Bedanya, penyempitan kepada oarang mukmin tidak akan terjadi selamanya, tidak seperti orang kafir yang terus menurus dijepit. Himpitan yang dimaksud disini adalah penyempitan sisi sisi liang lahat yang mendesak si mayit. Seorang mukmin mengalami hal ini sebagai bentuk pembersihan terhadap kesalahan yang dilakukan. Setelah itu ia akan mendapat limpahan rahmat.

Umar bin Khattab r.a berkata, “ Andai aku punya emas sejengkal bumi, pasti akan ku gadaikan untuk menghindari tempat tertolak (kubur). Atsar tersebut mengandung pengertian bahwa cobaan yang berbentuk apapun yang menimpa seorang mukmin hingga pada awal kehidupan akhirat, berupa adzab kubur, dan peristiwa dahsyat yang terjadi didalamnya, merupakan hikmah ilahiyah yang berfungsi membersihkan diri dan mengangkat derajat seseorang.

3. Pertanyaan Malaikat.

Anas berkata, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Jika seorang hamba telah diletakan dikubur dan orang orang telah meninggalkannya dan ia dapat mendengar suara sandal mereka, datanglah dua malaikat kepadanya. Keduanya duduk dihadapan dan berkata, “ Apa yang engkau katakan tentang seseorang laki laki yang bernama Muhamad?”

Jika hamba tadi seorang mukmin, ia akan menjawab, “ Aku bersaksi bahwa ia adalah seorang hamba dan utusan Nya.” Dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka Allah Subhanahu Wata'ala telah menggantinya disurga. Ia pun melihat kedua tempat tersebut. Tetapi apabila hamba tadi seorang munafik, ia ditanyakan kepadanya, “Apa yang kau katakan tentang laki laki ini? “ ia menjawab, “Aku tidak tahu. Aku hanyalah mengatakan apa yang dikatakan manusia.”

Dikatakan kepadanya, “Engkau tidak tahu dan tidak mau membaca ?” lalu hamba tersebut dipukul dengan palu dari besi. Ia menjerit keras, yang dapat didengar oleh siapa saja di sekelilingnya, selain jin dan manusia.”

AGAR SELAMAT DARI AZAB KUBUR

Sebuah riwayat yang disebut Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dan juga oleh Hakim dalam Mustadroknya menyebutkan .

Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a dalam musnad dan lainnya, serta yang diriwayatkan Abu Hatim bin Hibban dalam Shahihnya dari Abu Hurairoh r.a bahwa Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“Sesungguhnya jika mayit telah diletakkan dikuburnya, mampu mendengar suara sandal mereka (yang menguburnya). Jika ia seorang mukmin, shalatnya hadir menemani di daerah kepalanya. Puasa disamping kanan dan zakat disamping kirinya. Perbuatan lain seperti infaq, silaturrahmi, amar ma’ruf nahi munkar dan perbuatan baik lainnya berada dikaki.

Kemudian dua malaikat datang dari sebelah kepalanya. Shalatnya berkata, “Tak ada yang bisa masuk dari arah sini.” Malaikat tadi pindah kesisi kanannya, dan dicegat oleh puasanya,”Tak ada yang masuk dari arah sini.” Mereka pindah kesamping kiri. Dijawab oleh zakat, “Tak ada yang bisa masuk dari arah sini.” Lalu mereka mendatangi dari sebelah kaki. Shadaqoh, silaturrahmi, amar ma’ruf, nahi mungkar dan akhlak mulia lainya mencegat, “Tak ada yang bisa masuk dari arah sini.”

Abu Dzar r.a berkata, “ Wahai manusia aku adalah penasihat bagimu. Aku merasa kasihan kepadamu. Dirikanlah shalat dikegelapan malam untuk menghadapi dahsyatnya alam kubur. Berpuasalah didunia untuk menghadapi hari kebangkitan dan bersedekahlah untuk menghadapi hari yang berat. Wahai manusia, aku merasa kasihan kepadamu. Wallahu ‘Alam. 

[Dinukil dari buletin da’wah Al Islam]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.