Cari Blog Ini

Follow Me

Selasa, 13 September 2016

TIDAK MINTA GAJI

# TIDAK MINTA GAJI....!!!! #

إِتَّبِعُوْا مَنْ لَايَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ.

" IKUTILAH ORANG ORANG YANG TIDAK MEMINTA BALASAN KEPADA KALIAN. DAN MEREKA ADALAH ORANG ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK ".
(Qs. Yasin:21)

Ngaji laku di jaman edan sekarang

إِتَّبِعُوْا
Artinya: "kalian ikutlah".

Ini adalah perintah dari Allah supaya mengikuti seseorang yang ditunjuk oleh Allah, yakni orang yang disebut "MAN" pada lafadz setelah perintah "ITTABI'U"
dimana "MAN" itu adalah orang yang menyampaikan kebenaran mengenai tata pola  hidup di kehidupan ini yang sejalan dengan perintah Allah dan Rosul-NYA.

Jadi "MAN" itu adalah seorang yang secara benar dipilih oleh Allah Subhanahuwataalla.

Adapun ukuran "MAN" itu adalah tidak meminta upah atau gaji atau pujian dari apa yang dilakukan, hatinya tulus dari Pamrih duniawi yang termasuk dalam kategori "AJRON"

Itulah sebabnya akan berlaku hukum "timbal balik" Apabila para
penganjur kebenaran atau kebaikan ( apapun sebutan mereka) di dalam hatinya ada udang Dibalik Batu. atau terdapat niat yang tidak lillahi ta'ala.
maka orang yang mengikutinya tidak mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Dengan kata lain jika seseorang yang sudah dipercaya menyampaikan anjuran kebaikan, kebenaran, dan keyakinan kepada Alloh SWT. lalu di dalam hatinya mengharap-harap sesuatu yang bersifat duniawi maka orang-orang yang berada di sekitarnya tidak mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Sebaliknya apabila si penganjur "MAN" itu benar-benar "sepi ing pamrih rame ing gawe" atau lillahi ta'ala.
maka orang-orang yang berada di sekitar penganjur itu dikaruniai Hidayah oleh Allah SWT.

Maka bukan sesuatu yang mengherankan apabila dewasa ini agama tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena agama sekedar dijadikan bemper atau pemanis supaya orang-orang yang bodoh dapat digiring sesuai kemauan hawa nafsu para penganjur tersebut.

أَجْرًا
artinya: upah namun "AJRON" dapat juga diartikan ganjaran, gaji, pujian, kedudukan politik, kedudukan sosial, dll. pokoknya yang bersifat kenikmatan duniawi yang bersifat materialistik  dan kapitalistik.

Celaka sekali...!!! dunia dalam arus deras Neo liberalisme kapitalisme Global yang sengaja didesain oleh kaum pemodal melalui "THE HAND OFF IBLIS" segala sesuatu ukurannya menjadi serba materi dan Capital. jadi sangat bendawi.

Anehnya ...!!!. banyak orang-orang yang ditokohkan dalam masyarakat Islam yang masuk dalam jebakan kaum pemodal tersebut. akibatnya orang-orang yang ditokohkan itu secara sadar atau tidak sadar sudah menggiring sebagian kaum muslimin ke dalam tata pola dan tata kelola yang dikehendaki oleh kaum pemodal tersebut.

مُهْتَدُوْنَ
artinya: orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah, mereka yang dikaruniai Hidayah oleh Allah untuk menuju kembali ke jalan Allah.

Setidaknya mereka terus menerus dalam keterbimbingan di sisi Allah Azza wa Jalla.

Keterbimbingan itu diperoleh sebagai anugerah dari Allah, karena mereka mengikuti orang-orang yang ditunjuk oleh Allah tersebut. Sebagaimana diketahui orang yang ditunjuk oleh Allah itu memiliki karakter kuat tidak meminta UPAH atas jerih payah yang sudah dilakukan di dalam menegakkan kebenaran agama dan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Siapakah "MAN" pada surat Yasin ayat ke 21 di atas...???

Allah menyebut lafadz "MAN" yang secara bebas diartikan seseorang atau orang secara umum namun dalam pendekatan ilmu dakwah "MAN" pada ayat itu adalah seseorang yang menyampaikan kebenaran DINUL ISLAM.

Seseorang yang menyampaikan kebenaran Nabiyuna Muhammad bin Abdullah Rasulullah SAW.

Seorang yang menyampaikan kebenaran untuk menghormati dan mencintai keluarga ( Ahlul Bait ) Rasulullah S. A. W.

Seseorang yang terus-menerus mengajak untuk takut hanya kepada Allah.

Dengan demikian MAN pada ayat itu boleh dipahami sebagai guru, ulama, khotib, mentor, coucher, motivator, dll.

Pokoknya setiap orang yang menyampaikan kebenaran dan kefaedahan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Karenanya.. Sekarang Anda dapat menetapkan nala Pikir sendiri bagaimana sejatinya kondisi dunia dan bangsa Indonesia.

jika anda analisa dari pendekatan surat Yasin ayat 21 itu bagaimana rusaknya bangsa Indonesia ternyata dimulai dari kerusakan dunia pendidikan nasional dan dunia pendidikan agama berawal dari rusaknya para tokohnya terlebih dahulu.

Di mana amanah yang mereka emban sebagai tokoh ternyata mereka mainkan secara ganda. secara publik mereka kelihatan menyampaikan dan menganjurkaN kebenaran Allah dan Rosul-NYA. Namun secara pribadi mereka terus-menerus berusaha memupuk segala sesuatu yang dikehendaki oleh nafsu syahwat mereka.

Bukti nyata mereka selalu merasa bisa dalam segala hal.
Sama sekali jauh dari akhlak andhap asor Lan Welas Asih yakni "bisa merasa" mereka tidak malu-malu lagi menyebut dirinya berprofesi guru padahal sejatinya guru adalah manusia pilihan Allah yang bertugas menyampaikan pokok kebenaran dari-NYA Dan dari Rosul-NYA.

Mereka tidak malu-malu lagi menulis pada kartu nama yang dicetaknya dengan menuliskan mubaligh penceramah atau khotib dan Mubaligh (Habib, UstadZ, Gus, Ajengan, dll). Lalu memasang atribut al-ustadz.

Sesungguhnya sudah nyata agama dijadikan sarana untuk membodohi orang orang awam. ilmu dijadikan sarana untuk membuat jadi bodoh orang-orang yang tidak sarjana, atau tidak pernah sekolah atau mondok.

Jangan pernah ikut-ikutan orang yang lemah Iman tanda mereka selalu minta upah dari setiap jerih payah yang mereka lakukan. memang di jaman Dajjal sedikit orang yang terselamatkan dari fitnahnya, namun jika Anda terus menerus tidak lupa kepada Alloh ( dengan banyak berdzikr ), tidak lupa Rasululloh ( dengan banyak bersholawat ), tidak jauh dari ulama, tidak lupa orang tua, tidak lupa amal usaha, dan tidak lupa akan sejarah. Niscaya anda akan selalu dikaruniai hidup bahagia, Mulia oleh Allah SWT. di dunia, di alam barzah dan di akhirat kelak.

Wallahu A'LAM

©zawiyyahsunni@2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.