Cari Blog Ini

Follow Me

Senin, 10 Oktober 2016

SYAHADAH ALI AL-AKBAR

Syahadah Ali Al-Akbar

Ayyub - Ayyub dalam perahu
pedih dan kusta Ayyub mendayu

tapi Muhamad dan Husein di dalam hu
tiada derita seperih Karbela

Dari Nainawa
Terdengar suara
Insan mulia
Cucu Insan mulia

“Bila agama Muhammad tak tegak
Kecuali dengan terbunuhnya aku
Maka duhai pedang-pedang
Tebaslah aku...”

Duh Gusti,
Demikian Sabda
Cucu Kekasih
Anak Kekasih
Ayah Para Kekasih

Sahara dan Nainawa nan ber-sedih-an
mendesah
Allah Allah Allah

Sungai dan Eufrat bergelora
mendebur
Allah Allah Allah

Langit dan awan menggelegakkan pedih
dan hujan darah
Allah Allah Allah

Derita Husain membuat ombak - ombak berdeburan
Pedih Husain membuat hati - hati bertangisan
Getir haus Al Husain buat kerongkongan kering kerontang
Tangis tangis Al Husain membuat pahlawan perkasa berlinangan

Sungguh Sayyid Ibnu Thawus kisahkan:
Kini hanya Al Husain alaihis salam dan
Keluarganya saja yang masih tersisa
Ali Al Akbar bin Husain pemuda tampan
Ali Al Akbar bin Husain pemuda menawan
Baik khuluqon au kholqon
Meminta ijin pada Ayah tersayang
Utuk maju melawan
Para durjana musuh-musuh Tuhan
Ijin pun diberikan

Al Husain menatap sayu pandangan
Air mata membasahi pipi berlinangan
Sambil terisak, dengarlah Sabda dari sesuci-suci lisan
“Yaa Allah, saksikan.
Pemuda yang sangat mirip dengan Rasul-Mu
Baik wajah, perangai dan tutur katanya
Kini maju menghadang musuh
Dan bertarung dengan mereka.
Dialah obat kerinduan
Kami kepada Nabi-Mu
Dengan memandanginya
Kami dapat mengobati kerinduan itu.”

Duhai Saudara,
Mari kita ingat , linang air mata suci
Dari manusia suci
Putra manusia suci
Cucu manusia tersuci

Ishbir Yaa Aba ‘Abdillah...
Mari kita ingat, linang air mata Al Husain dengan hati berdarah
Saat Ali Akbar datang ke kemah
Setelah membuat 120 durhaka berkalang tanah
Dengan tubuh penuh luka berdarah merah
Ia datang kehadapan Sang Ayah
“Rasa haus telah membunuhku,
Dan beratnya pedang membebaniku.
Adakah jalan untuk memperoleh seteguk air?”

Ishbir Yaa Aba’Abdillah...
Saudara,
Dengarlah tangis Al Husain menjawab Ali Akbar Singa Allah cucu Singa Allah
Mana lidahmu?
Al Husain tempelkan lidahnya ke lidah
Ali Akbar Sang Singa Allah
Dengarlah suara Ali Akbar Sang Singa Allah
“Lidahmu lebih kering dari lidahku”

lautan luka
perihnya garam
Al Husain kering terluka
Lidah Ali Akbar kering terluka

lautan duka
haus mencekik
Al Husain kering kehausan
Ali Akbar kering kehausan

Ishbir Yaa Aba ‘Abdillah...
Ali Akbar Sang Singa Tuhan
Kembali menerjang musuh sebanyak lautan
Sungguh Ali Akbar bak Haidar Al-Karrar
80 durhaka berkalang tanah

Hingga pukulan pedang putra Munqidz, Marrah
‘alaihi La’natullah
Membuat ubun-ubun Ali Akbar terbelah
Putra Husain terbawa kuda ke tengah
Pasukan durhaka mengoyak Seindah-indah Wajah
Pasukan setan mencabik-cabik tubuh dan perilaku yang paling mirip Nabi

“Ayah,
Salam dariku untukmu.
Ini dia, kakekku Rasulullah
Padamu berkirim salam
Agar bersegera Engkau datang
Menyusul kami”

Ali Al-Akbar buah hati Al Husain
Mereguk cawan syahadah
Inna lillahi wa inna ilahi rooji’uun3x...

Duh Gusti,
Menangislah... Saudara
Bersama tangisan Al Husain

Membelah Sahara dan Nainawa
Allah Allah Allah

Menggolakkan Sungai dan Eufrat
Allah Allah Allah

Memerahkan Langit dan awan
Allah Allah Allah

Merobek Ruang dan waktu
Allah Allah Allah

Biarkan kepedihan itu melintas zaman
Allah Allah Allah

Juntai ikal Husaini
Semerbak melati Penyaksi
Lima zaman Al Husain merintih
Darah Ali Pemilik Wajah Nabi

Kemah kemah Zainabi
Semerbak melati Penyaksi
Lima zaman Zainab merintih
Darah Ali Pemilik Wajah Nabi

Balqis balqis kalbu
Lenyap dalam Sulaiman
Akar-akar diriku
Dalam Ali Al-Akbar tenggelam

Ilahi,
Jadikan hidup kami bak hidup Ali Al-Akbar
Dan mati kami bak Syahadahnya

Labbaika
Yaa Ali Al-Akbar 3x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.