Selasa, 29 April 2025

Peresmian Jalan Eyang Kiyai Hasan Maolani

Bumi Panungtung

Mengucapkan:


selamat dan sukses atas peresmian  Nama Jalan Lingkar Timur Utara Tugu Ikan Sampora - Tugu Sajati Ancaran, sepanjang 13,7 km :

Dengan Nama :

jalan EYANG KYAI HASAN MAULANI


Oleh Bupati Kuningan

Bapak DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si.


Waktu peresmian, tgl 30 April 2025, bertepatan dengan tgl dan bulan wafatnya EKHM.


Beliau adalah sosok ulama yg patut ditiru suri tauladan nya dalam berperan penting memerdekakan bangsa, serta pemersatu umat di kabupaten kuningan jawa barat.

Rabu, 19 Agustus 2020

GARA-GARA ISTIGHFAR

GARA-GARA ISTIGHFAR

 
Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali.

Dimasa akhir hidup beliau bercerita,
“Satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak..”

Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat..

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashroh.
Beliau bercerita,
“Pas tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di Masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat..”

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di Masjid.

Tiba-tiba Marbot Masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya,
“Kenapa syaikh, mau ngapain disini..?”
(kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan,
- bisa untuk orang tua,
- orang kaya,
- ataupun orang yang berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena taunya sebagai orang tua).

Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad.

Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat sholeh dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Kata imam Ahmad,
“Saya ingin istirahat, saya musafir..”

Kata Marbot,
“Tidak boleh, tidak boleh tidur di Masjid..”

Imam Ahmad bercerita,
“Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari Masjid..
Setelah keluar masjid, dikunci pintu Masjid..
Lalu saya ingin tidur di teras masjid..”

Ketika sudah berbaring di teras Masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad.

“Mau ngapain lagi syaikh..?”
Kata Marbot. 

“Mau tidur, saya musafir..”, kata imam Ahmad.

Lalu marbot berkata,
“Di dalam Masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh..”

Imam Ahmad diusir.

Imam Ahmad bercerita,
“Saya didorong-dorong sampai jalanan..”

Disamping Masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti).

Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh Marbot tadi.

Waktu imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh,
“Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil..”

Kata imam Ahmad,
“Baiklah..”

Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya.
Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar ‘Astaghfirullah’,
- saat Naruh garam astaghfirullah,
- mecahin telur astaghfirullah,
- campur gandum astaghfirullah. Senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia.

Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya,
“Sudah berapa lama kamu lakukan ini..?”

Orang itu menjawab,
“Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan..”

Imam Ahmad bertanya,
“ma tsamarotu fi'luk..?”
(apa hasil dari perbuatanmu ini..?)

Orang itu menjawab,
“Lantaran wasilah istighfar tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ﷻ..
Semua yang saya minta (ya Allah) langsung diterima..”

Memang Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,
“Siapa yang menjaga istighfar, maka Allah Ta'ala ﷻ akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah..
Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ﷻ akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya..”

Lalu orang itu melanjutkan,
“Semua dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ﷻ kecuali satu..
Masih satu yang belum Allah Ta'ala ﷻ kasih..”

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya,
“Apa itu..?”

Kata orang itu,
“Saya minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ﷻ supaya dipertemukan dengan imam Ahmad..”

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir,
“Allahu Akbar..!
Allah Subhanahu Wa Ta'ala ﷻ telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashroh dan bahkan sampai didorong-dorong oleh Marbot Masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu..!”

Penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad..

Wallahu'alam..

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Jumat, 14 Agustus 2020

GANTI ISTRIMU

" GANTI ISTRIMU."

Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim datang ke Mekkah untuk mengunjungi anaknya, yaitu Nabi Isma’il. Akan tetapi, Nabi Isma’il saat itu sedang tidak berada di rumah. Ia sedang pergi berburu. Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il dan bertanya ke mana suaminya dan apa pekerjaannya.

Maka istri Nabi Isma’il menceritakan bahwa suaminya pergi berburu dan kehidupan mereka sangat sulit. Maka Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Apabila suamimu datang, sampaikan salam dariku dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya.”

Kemudian Nabi Ibrahim segera pulang. Tatkala Nabi Isma’il telah datang, ia seakan merasakan sesuatu, maka ia bertanya kepada istrinya.

Istrinya lalu bercerita, “Tadi ada seorang tua datang yang sifatnya demikian (ia menyebutkan sifat-sifat Nabi Ibrahim). Ia bertanya tentang engkau dan aku kabarkan kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita dan aku kabarkan bahwa sesungguhnya kita dalam kesulitan. Dia menitip salam untukmu dan mengatakan agar engkau mengganti palang pintu rumahmu.”

Maka Nabi Isma’il pun berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkaulah yang dimaksud dengan palang pintu itu. Kembalilah engkau kepada orang tuamu (Nabi Isma’il menceraikan istrinya, ed.)!”

Kemudian Nabi Isma’il menikah lagi dengan wanita lain. Setelah itu, Nabi Ibrahim datang lagi pada waktu yan lain, dan Nabi Isma’il juga kebetulan sedang pergi berburu. Maka Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il dan bertanya tentang Nabi Isma’il. Maka istrinya bersyukur kepada Allah dan juga menceritakannya.

Kemudian Nabi Ibrahim menanyakan tentang kehidupan mereka. Istri Nabi isma’il menceritakan bahwa kehidupan mereka penuh dengan nikmat dan kebaikan. Istri Nabi isma’il tersebut adalah seorang wanita yang baik, yang bersyukur kepada Allah dan juga kepada suaminya. Kemudian Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Jika suamimu datang, sampaikanlah salam kepadanya dan katakan kepadanya agar ia mengokohkan palang pintu rumahnya.”

Setelah itu, Nabi Ibrahim pun segera pulang.

Maka tatkala Nabi Isma’il pulang, ia bertanya kepada istrinya, “Apakah tadi ada yang mengunjungimu?

Istrinya menjawab, “Tadi datang kepadaku seorang tua yang keadaannya demikian….”

Nabi Isma’il bertanya, “Apakah ada sesuatu yang ia katakan kepadamu?”

Istrinya menjawab, “Dia bertanya kepadaku tentang dirimu, dan aku pun menceritakannya. Dan ia bertanya pula tentang kehidupan kita, maka aku sampaikan bahwa kita berada dalam kenikmatan, dan aku mengucapkan syukur memuji Allah.”

Nabi Isma’il bertanya lagi, “Kemudian apalagi yang ia katakan?”

Istrinya menjawab, “Ia menitipkan salam untukmu dan memerintahkannmu untuk mengokohkan palang pintu rumahmu.”

Nabi Isma’il lantas berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkau adalah palang pintu itu. Ia memerintahkan agar aku tetap mempertahankanmu (sebagai istri).”

(HR. Al Bukhari no. 3364).

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini:

Banyak berkeluh kesah kepada manusia adalah perbuatan tercela.

Jangan suka menceritakan aib keluarga, apalagi terhadap orang yang baru dikenal.

Bersyukur kepada Allah serta bersyukur kepada manusia adalah akhlak yang terpuji.

Termasuk sifat istri shalihah adalah bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suami.

Sumber: Kisah-Kisah Pilihan untuk Anak Muslim Seri-4, karya Ummu Usamah ‘Aliyyah, Ummu Mu’adz Rofi’ah, dkk. Mei 2007. Penerbit Darul Ilmi, Yogyakarta.

Minggu, 09 Agustus 2020

SHOLAWAT TANZIL

BACA SHOLAWAT INI SEKALI SEUMUR HIDUP,, DIJAMIN DAPAT SYAFA'AT ROSULULLOH

SHOLAWAT TANZIL

ZAWIYYAH SHUFIYYAH

NABI Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam diberi kemuliaan oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala untuk memberi syafaat kepada umatnya di hari kiamat, di mana tak seorangpun bisa memberi pertolongan bahkan orangtua kita sekalipun.

Semua manusia akan dikumpulkan berdasar amal perbuatannya selama di dunia untuk kemudian dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh Ta'ala.

Sebagai umat Nabi Muhammad, sejatinya kita banyak bersholawat kepadanya. Tak ada alasan bagi kita untuk malas menyanjung beliau sebagai pembawa risalah tauhid ke dunia melalui perantaraan Malaikat Jibril. Alloh dan malaikatnya saja selalu bersholawat kepada sang penghulu dan penutup para nabi itu.

Alloh Ta’ala berfirman dalam Alquran dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian kepada Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS. Al-Ahzab: 56).

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:

أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Perbanyaklah kalian membaca sholawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, niscaya Alloh bersholawat kepadanya sepuluh kali," (HR. Al-Baihaqi (III/249).

Setiap muslim tentu mendambakan syafaat Nabi Muhammad. Namun, untuk menggapainya tidaklah mudah. Satu-satunya amalan paling dicintai dan pasti sampai kepada Nabi ialah membaca sholawat. Maka sering-seringlah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad bila ingin mendapat syafaatnya yang agung.

Sholawat kepada Nabi Muhammad tentu memiliki keutamaan yang besar dan menghasilkan manfaat banyak di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang rajin membacanya.

Banyak bacaan sholawat yang masyhur dibaca oleh kaum muslimin, baik bersumber dari hadits maupun para ulama salafunas sholih. Salah satu sholawat yang memiliki faidah luar biasa adalah Sholawat Tanzil.

Dai kharismatik yang juga pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan mengatakan, ada sebuah sholawat yang apabila dibaca sekali seumur hidup, maka si pembaca dijamin akan mendapat syafaat Nabi Muhammad kelak di hari kiamat.

Pendakwah lulusan Daarul Musthofa, Hadhramaut, Yaman itu menukil dari Kitab Nashaihud Diniyyah Wal Washayal Imaniyah, karya Al-Habib 'Abdullah bin 'Alawi Al-Haddad, seorang ulama besar abad 17, disebutkan bahwa jika sholawat ini dibaca minimal satu kali saja sepanjang hayat, maka kelak ia akan mendapat syafaat Rosululloh.

Disebutkan bahwa Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan ;
 اللهم صل على سيدنا محمد وأنزله المقعد المقرب عندك يوم القيامة 
maka wajiblah ia mendapat syafaatku,”.

Berikut bacaan sholawat tersebut beserta artinya:

اللهم صل على سيدنا محمد وأنزله المقعد المقرب عندك يوم القيامة

(Allohumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Anzilhu al-Maq’adal Muqorrob ‘indaka yaumal qiyaamah).

Artinya: "Ya Alloh berilah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang dekat di sisi Mu pada hari kiamat,"

"(Sholawat) Ini manfaat dan berguna. Jika kita ingin syafaatnya Rosululloh maka baca sholawat ini yang diajarin oleh baginda Rosululloh. Semoga kita bisa mengamalkannya," ujar Habib Jindan dalam sebuah ceramahnya, dikutip dari channel YouTube Pecinta Rasulullah SAW.

#SholluAlanNabiMuhammadﷺ

اللهم صل على سيدنا محمد وأنزله المقعد المقرب عندك يوم القيامة

(Allohumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Anzilhu al-Maq’adal Muqorrob ‘indaka yaumal qiyaamah).

Artinya: "Ya Alloh berilah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang dekat di sisi Mu pada hari kiamat,"

Rabu, 15 Juli 2020

Ketika Rasulullah Terluka Dalam Perang Uhud

Ketika Rasulullah Terluka Dalam Perang Uhud

بسم الله الرحمن الرحيم

Saat Rasulullahﷺ terluka
Gigi geraham beliau patah, bibir bawahnya sobek, dahi dan keningnya yg mulia juga bercucuran darah.

Rasulullah ﷺ malah tak henti hentinya menadahi tetesan darah itu dan mengusapkan ke dadanya agar jangan menetes ke tanah walau dalam keadaan genting sekalipun.

Setelah perang mulai reda seorang Sahabat memberanikan diri bertanya perihal perilaku baginda tersebut;
Dengan lemah lembut Rasulullah ﷺ pun menjawab :
Aku mndengar apa yang tidak kalian dengar,,
Malaikat penjaga gunung berkata: kalau ada setetes darahku menyentuh bumi, maka Allah SWT akn menurunkn adzab dari  langit kepada mereka yang memerangiku.

Mendengar jawaban itu para Sahabat kembali bertanya, "Mengapa engkau tidak mendoakan para musuh Allah itu supaya celaka?
Rasulullah ﷺ kembali menjawab:
Sungguh aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi berdakwah dan menyebarkn Rahmat kepada Semesta alam. ⠀
“Ya Raab berilah Hidayah kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tdk mngetahui."

SEMOGA  KITA  MENDAPATKAN  SYAFA'ATNYA DI YAUMIL MAHSYAR... .Aamiin...

Rabu, 08 Juli 2020

PENTINGNYA MENJAGA ADAB TERHADAP GURU

KISAH TRAGIS SANTRI YANG HAFAL KITAB TUHFATUL MUHTAJ YANG JADI PENJUAL ARANG

الأدب قبل العلم 

Dahulukan akhlak sebelum ilmu
 
 بالأدب تفهم العلم 

Dengan ahlaklah kamu bisa memahami ilmu

Kisah tragis dari seorang Santri yang sangat pandai namun ia tidak memiliki Etika (Adab) kepada gurunya sendiri.
 
Kisah ini kita dapatkan dari guru kita Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah beliau dari gurunya Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Shodiq Al-Habsyi, beliau dari gurunya Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri sekaligus beliau tokoh yang dimaksud dalam kisah ini.

Dikisahkan di Tarim Yaman terdapat suatu pesantren yang bernama “Rubath Tarim”, Pesantren ini telah melahirkan puluhan ribu Ulama’ yang tersebar di seluruh Dunia. Di sana para Santri diajarkan berbagai macam ilmu, khususnya spesifikasi Ilmu Fiqh sebagai keunggulannya.

Di pesantren itu pula ada seorang Santri anggap saja namanya “Fulan”, si Fulan ini merupakan seorang Santri yang sudah menetap selama 13 tahun bersama Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri dan sangat cerdas, kuat hafalannya, tangkas dan rajin hingga dikatakan bahwa ia menjadi Santri yang sudah mencapai derajat Mufti, saking pintarnya. ia juga hafal semua Mas’alah Fiqhiyah yang terdapat dalam kitab “Tuhtatul Muhtaj”, sebuah kitab yang tebalnya 10 jilid cetakan Darud Diya' atau 4 jilid cetakan Darul Kutub Ilmiyah. 

Kesehariannya di Pesantren, si Fulan ini disukai oleh teman-temannya sebab ia dibutuhkan oleh rekannya untuk menjelaskan pelajaran yang belum difahami serta mengajar kitab kitab lainnya. 13 tahun menjadi Santri Rubath Tarim tentu saja hampir dipastikan kapasitasnya, ia termasuk Ulama’ Besar. Namanya pun tersohor hingga keluar Pesantren bahwa ia termasuk calon Ulama Besar yang akan muncul berikutnya.

Hingga akhirnya Syetan mengelabuhi si Fulan, iapun merasa orang yang paling Alim, bahkan ia merasa kualitas dirinya sejajar dengan kealiman Guru Besarnya. Tidak cukup sampai disitu, kesombongan itu berlanjut hingga ia berani memanggil Gurunya dengan namanya saja; “Ya Abdullah / Duhai Abdullah”!!!. Di mata para Ahli ilmu, hal ini sungguh suatu tindakan yang sangat sangat tercela dan kesombongan yang nyata.

قال سيدي الشيخ محمد بن علي باعطية الدوعني: 
من نادى شيخه باسمه لم يمت حتى يذوق الفقر المعنوي من العلم 

Barangsiapa yang memangil Gurunya dengan sebutan namanya langsung (tidak mengagungkannya ketika memanggil), maka dia tak akan meninggal kecuali sudah merasakan hidup yang faqir baik dalam ilmu maupun material.

Melihat kesombongan si Fulan, Al-Habib Abdullah As-Syathiri bersabar dan memilih diam saja. Sayyidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah mengatakan, “Diamnya seorang Guru saat muridnya tidak sopan kepada gurunya tetap akan mendapatkan Adzab dari Allah SWT.”

Kesombongan itupun berlanjut, si Fulan pada suatu hari akan keluar dari Rubath Tarim untuk menuju Kota Mukalla untuk berdakwah. Iapun keluar dari Pesantren begitu saja tanpa izin kepada Al-Habib Abdullah As-Syathiri, hingga pada saat “Madras Ribath” sebutan untuk Pengajian rutinan di Rubath Tarim, Al-Habib Abdullah As-Syathiri menanyakan perihal keberadaan si Fulan yang biasanya duduk di depan namun tidak nampak kelihatan.

“Kemanakah si Fulan ?.”

Sebagian Murid yang mengetahui menjawab, “Si Fulan sedang berdakwah ke Kota Mukalla.”

Al-Habib Abdullah As-Syathiri berkata, “Apakah dia izin kepadaku ?.”

Sontak Murid yang lain diam saja. Dan Habib Abdullah As-Syathiri kemudian berkata, "Baiklah, kalau begitu biarkan si Fulan pergi akan tetapi ilmunya tetap di sini !!!.”

Di sisi lain di Kota Mukalla Yaman, para ahli ilmu dan tholib ilim dan para pecinta Habib Abdullah As-Syathiri  yang mendengar bahwa si Fulan Santri Senior Rubath Tarim akan mengisi ceramah di Masjid Baumar Mukalla Kodim, merekapun berbondong-bondong datang, mereka pun mempersilahkan si Fulan untuk memberikan ceramahnya.

Si Fulan naik kemimbar dan memulai isi ceramahnya, ia memulai dengan Basmalah, Hamdalah, Sholawat kepada Nabi SAW, Amma Ba’du. Kemudian ia membaca sebuah ayat :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون(٥٦) وما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون (٥٧)  إن الله هو الرزاق ذو القوت المتين (٥٨) سورة الذاريات
 
dan ingin menjelaskan ayat ini. namun ternyata dia terdiam seperti kayu yang berdiri tegak dan kebingungan tak mampu berbicara menjelaskan ayat tersebut. Hingga dia duduk lima menit, dia terdiam di hadapan jama’ah di hadapannya, dia menoleh ke jama'ah dan mereka juga memandang si Fulan. Hingga akhirnya dia duduk menangis karena semua ilmu yang pernah ia hafal hilang seketika.  Bahkan kitab sekecil Safinatun Najah tak hafal satu kalimat pun, apalagi kitab Tuhfah ysng awalnya telah dihafal.

Ketika di Rubat Tarim dia bagaikan Unta yang sangat bagus mahal hargaya karena mempunyai keistimewaan dan kelebihan sendiri.

Jama’ah yang melihatnya jadi kaget melihat hal itu, salah satu ahli ilmu di Kota Mukalla yaitu Al-Habib Abdullah shodiq Al-Habsyi yang mana beliau pernah mondok mencari ilmu di Rubat Tarim selama 9 tahun, beliau mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres dari si Fulan. Kemudian datanglah kabar bahwasanya si Fulan telah Isa'atul Adab (Berbuat kurang baik terhadab Gurunya). 

Ia pun bertanya pada si Fulan, setelah mendengar penjelasannya, si ahli ilmu menasehati agar ia (si Fulan) meminta maaf pada sang Maha Gurunya.

Memang karena sudah dikuasai oleh Syetan, iapun enggan untuk tawadlu’ dan meminta maaf pada sang Guru.
Hidupnya pun bertambah tragis, ilmunya sudah hilang dan tanpa ada keluarga yang mau menerimanya tanpa teman yang peduli pada nasibnya. Hingga ia hidup dalam keadaan sangat miskin di pinggiran Kota Mukalla dan sehari-hari menjadi penjual Arang di toko area Pasar.

Hingga akhir hayatnya ia hidup dalam keadaan miskin bahkan untuk sebuah kafan pun ia tak punya dan diberi sedekah oleh Ahlul Khoir yang dermawan. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Dan salah satu yang merawat jenazahnya dan memberi sumbangan kain kaffan dan pengurusan jenazah beliau adalah Al-Habib Abdullah shodiq Al-Habsyi.

Dari kisah ini, mari kita semua perbaiki Etika(Adab) kita kepada Guru kita dan kepada siapapun di sekitar kita meskipun kita sudah memiliki ilmu yang begitu banyak. Begitu pula mari kita saling Tawadlu’, merendahkan diri dan menjaga dari kesombongan yang bisa menghancurkan diri kita sendiri.

PESAN HIKMAH DARI CERITA DI ATAS :*

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki berkata :

أغضب من الطالب الذی لا یحترم أستاذه ولوکان الأستاذ صاحبه

"Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati Ustadznya, meskipun Ustadz tersebut adalah temannya sendiri.”

Imam Nawawi berkata :

ینبغی للمتعلم ان یتواضع لمعلمه ویتأدب معه وإن کان أصغر منه سنا وأقل شھرة ونسبا وصلاحا ؛ لتواضعه یدرک العلم

"Seyogyanya bagi seorang pelajar tawadlu’ (rendah hati) kepada Gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun Gurunya tersebut lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) keshalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadlu’ (rendah hati), niscaya ilmu akan ia dapatkan.”

Beliau juga berkata :

عقوق الوالدین تمحوه التوبة وعقوق الأستاذین لا یمحوه شیئ ألبتة

"Dosa durhaka kepada kedua orang tua bisa dihapus dengan bertaubat, sedangkan dosa durhaka kepada Guru sedikitpun tidak akan bisa dihapus.”

Al-habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad berkata :

وأضر شیئ علی المرید تغیر قلب الشیخ علیه، ولو اجتمع علی إصلاحه بعد ذلك مشایخ المشرق والمغرب لم یستطیعه إلا أن یرضي عنه شیخه

“Yang paling berbahaya bagi seorang Murid adalah berubahnya hati Guru kepada Muridnya (dari yang semula ridho menjadi murka). Andai saja semua Guru dari Timur dan Barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si Murid tersebut, maka mereka tidak akan mampu kecuali Gurunya tersebut telah ridho kepadanya.”

Senin, 25 Mei 2020

TAFAKUR

إذا المرء لايرعاك إلّا تكلّـــــــفا || فدعه ولا تكثر عليه التأســـــفا

Jika seseorang menghormatimu hanya sekedar basa-basi, maka tinggalkan saja dan tak perlu kau kasihani ...

فما كل من تهواه يهواك قلبــه || ولا كل من صافيته لك قد صفا

Tidak semua yang kau kasihi mengasihimu, dan tidak pula setiap yang kau tulusi akan tulus kepadamu ...

إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـــما || لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما

فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه || واقنع بجهلك إن جفوت معلمـا

Sesungguhnya guru dan dokter tak akan memberi nasehat bila tak dihormat ...

Terimalah penyakitmu bila kau acuhkan doktermu, dan terimalah bodohmu bila kau tentang gurumu ....

#RiyadhusSholihin
#JanganLupaTafakku

Senin, 18 Mei 2020

Manaqib Sayyidah Khadijah Al-Kubroo

"Manaqib Sayyidah Khadijah Al- Kubroo" (dinukil dari Kitab Ad- Durruts Tsamiin 'ala Hidyatil Muhibbin Fii Manaqib As-Sayyidah Khadijah Ummal Mu'miniin susunan Ayah Guru Kubah (Guru Munawwar Kamp.Melayu)..Mudahan bagi yg membaca Manaqib ini diberkati Allah..aaamiin..

11 Ramadhan, hari ini tepat Haul Wanita Paling Mulia Istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, "Ummanaa Khadijah Al-Kubroo, Al-F aatihah..
Assalaamu'alaiki Yaa Ummal Mu'miniin Sayyidatanaa Khadijah Al-Kubroo Radhiyallahu 'anhaa...

Sayyidah Khadijah adalah seorang perempuan yang mempunyai kemuliaan, beliau dilahirkan 15 tahun sebelum lahir Baginda Rasulullah, keturunannya daripada kaum Quraisy yang dihormati, beliau adalah seorang pedagang yang terkenal dan kaya raya. Manakala Allah menghendaki kepada beliau untuk mendapat
kemuliaan dunia dan akhirat, sampailah kabar kepada beliau akan seorang laki2 yang baik, akhlak terpuji dan jujur dikenal namanya
Muhammad Al-Amiin. Maka menawarkan Sayyidah Khadijah kepada Baginda Al-Amiin untuk didagangkan dagangannya, dengan gembira diterima tawaran itu oleh
Baginda Al-Amiin, kemudian berangkatlah Baginda Al-Amiin ke negeri Syam membawa dagangan Sayyidah Khadijah untuk dijualkan,
kemudian Sayyidah Khadijah menyuruh pembantunya Maysaroh supaya membantu Baginda Al-Amiin dalam perdagangannya. Ketika sampai di Syam semua dagangannya
habis laku dengan untung yang banyak, setelah itu kembali Baginda Al-Amiin ke Makkah, manakala sampai ke Makkah disambut oleh Sayyidah Khadijah dg senang gembira dan
ucapan terima kasih.

Setelah melihat kemuliaan dan kebaikan akhlak Baginda Al-Amiin serta keberhasilan dalam berdagang maka tertanam dihati Sayyidah Khadijah perasaan cinta dg Baginda Al-Amiin ditambah lagi cerita dari Maysaroh akan keajaiban yg terjadi pada Baginda Al-Amiin dalam perjalan berdagang ke negri Syam, diantaranya awan yg menaungi selama dalam perjalanan, unta yang tunduk dan patuh, perjalan yg cepat sampai dan mudah. Mendengar cerita yg demikian itu maka bertambah kuatlah cinta Sayyidah Khadijah kepada Baginda Al-Amiin, kemudian daripada itu menyuruh Sayyidah Khadijah akan Nafisah binti Umayah untuk menanyakan hal keadaan Baginda Al-Amiin, kemudian berangkatlah Nafisah kepada Baginda Al-Amiin dan bertanya:
"Wahai Baginda Al-Amiin apakah yang menegah engkau daripada berkawin? (Jawab Baginda) Aku tidak punya apa-apa, (Berkata Nafisah) Bagaimana kalau ada seorang perempuan yg baik akhlak, keturunannya mulia, elok rupanya dan kaya raya menginginkan diri engkau, (dijawab Baginda) siapakah?, (berkata Nafisah) Khadijah, (dijawab Baginda) sesungguhnya aku lihat Khadijah adalah seorang perempuan yg mulia, akhlak terpuji, bijaksana dan terpelihara dari pekerjaan kaum jahiliyyah.
Kemudian musyawarahlah Baginda Al-Amiin dg paman2 beliau dan mereka semua setuju, maka mendapatlah keberuntungan dunia akhirat Sayyidah Khadijah berkawin dg Muhammad Al-Amiin Khairul Bariyyah, kemudia datanglah pembesar2 kaum Quraisy menyaksikan perkawinan itu, lalu Abu Thalib paman Baginda berkata: "Segala puji bagi Allah yg telah menjadikan keturunan kami daripada dzurriyat Nabi Ibrahim 'alaihissalaam, menjadikan kami sebagai pembersih Baitullah, pelayan tanah haram dan pembear Quraisy, kemudian daripada itu anak saudaraku ini Muhammad bin Abdullah tidak ada bandingannya walaupun ia tidak kaya tetapi akhlaknya terpuji, keturunannya mulia, sesungguhnya telah meminang ia akan Khadijah binti Khuwailid dg mahar yg telah ditentukan, demi Allah kejadian ini sangat besar dan perkawinan ini sangat mulia. Kemudian berkata Waraqah bin Naufal: "Segala puji bagi Allah yg telah menjadikan keturunan kita daripada pembesar dan pemimpin Quraisy dan keturunan kalian semua daripada pembesar2 Quraisy yg mulia dan kami sangat gembira dengan terhubungnya kekeluargaan dg kalian, kemudian saksikanlah wahai kaum Quraisy bahwasanya aku kawinkan Khadijah bint Khuwailid dg Muhammad bin Abdillah dg maharnya 400 dirham.
Kemudian berkata Abu Thalib :
"Segala puji bagi Allah yg telah menghilangkan kesedihan dan kedukacitaan berkat perkawinan ini. Baginda kawin berumur 25 tahun, Sayyidah Khadijah berumur 40 tahun, maka mengadakan walimah Baginda dg menyembelih 2 ekor unta.
Dan adalah Sayyidah Khadijah salah seorang istri yg paling banyak membantu Baginda ketika Baginda pergi berkhalwat beribadah kepada Allah SWT, Sayyidah Khadijah menyiapkan makan dan keperluan Baginda, maka dg sabar dan ridho beliau menunggu Baginda pulang dan menyambut Baginda dg gembira, menghibur dan menyenangkan hati Baginda daripada kepayahan apabila datang dai Gua Hira, sampai kepada masanya Baginda bertemu dg Malaikat Jibril membawa wahyu yg pertama, maka pulanglah Baginda dg perasaan yg berbeda lalu beliau minta selimuti kepada Khadijah sambil berkata: Wahai Khadijah selimuti aku, Wahai Khadijah selimuti aku..sesungguhnya telah terjadi sesuatu yang luar biasa pada diriku, menjawab Khadijah dg kasih sayang lembut dan bijaksana: "Demi Allah sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan engkau hina selamanya, Allah telah menjadikan engkau mulia dan seorang pemimpin, engkau telah menyambung shilaturrahiim, engkau telah memuliakan dan memberi makanan tamu2, engkau telah menolong orang yg kesusahan, engkau telah memberi hadiah pada org yg miskin, engkau telah menolong dan membela orang yang benar, tetaplah wahai anak pamanku engkau telah mendapat kegembiraan, demi Allah aku yakin bahwa Allah tidak akan memperbuat sesuatu kepada engkau melainkan kebaikan semua dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Nabi akhir zaman da sekarang telah sampai masanya engkau datang, sesungguhnya telah memberi khabar akan aku oleh Rahib Buhaira dg kabar yg nyata dan menyuruh ia untuk mengawini engkau dua puluh tahun yg lalu.
Alangkah sempurna akal dan ilmu Sayyidah Khadijah, perkataan beliau telah menghibur dan menyenangkan hati Baginda, perkataan beliau telah membenarkan apa yg terjadi pada Baginda walaupun beliau sudah yakin lebih adahulu perkataan itu selalu diingat dan disebut oleh Baginda di hadapan para shohabat, karena itu beliau mendapat keistimewaan yg banyak tidak terhingga. Adapun sebahagian daripada keistimewaan Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anhaa:
* Awal2 orang yg masuk Islam, maka dg sebab iman Sayyidah Khadijah , Allah ringankan segala bebabn yg ada pada Baginda Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
* Mendapat kemuliaan sbg istri Rasulullah dan mendapat keberuntungan dg berkhidmah kpd Rasulullah dan menyaksikan ketikan dibangkitkan Rasulullah serta menolong dan membela dakwah Rasulllah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
*Keturunannya terpelihara daripada keturunan kaum jahiliyyah sehingga beliau diberi gelar "Sayyidah Ath- Thoohiroh" dan masyhurnya dipanggil dengan "Al-Kubroo" dan nasab beliau bertemu dg nasab Rasulullah pada datuknya Qushay.
*Termasuk daripada "Ahlud Darki"
yaitu apabila di tawasuli dg menyebut ( Yaa Ummanaa Khadijah Al-Kubroo 3x) maka hadirlah beliau.
*Beliau mempunyai ilmu dan akal yg sempurna, akhlak yg baik dan terpuji, bijaksana dalam segala urusan, mempunyai firasat yg kuat, semangat besar, pandangan dan pendapat yg tepat, mempunyai keelokan yg sempurna.
*Orang yg sangat kaya raya dan pemurah, banyak harta dan pembantu perniagaan yg berhasil sehingga semua hartanya diserahkan kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam untuk dakwah agama Islam.
*Selalu menghibur dan menyenangkan hati Baginda, senantiasa bersama Baginda selama lebih kurang 24 tahun menjalani rumah tangga tidak pernah beliau menyakiti hati Baginda Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
*Diberi pangkat oleh Allah "Afdholu wa Sayyidatu Nisaa.il 'Aaalamiin dan istri yg paling utama dari istri2 Baginda.
*Mendapat ucapan dan kiriman salam dari Allah dan Malaikat Jibril dan beliau mendapat kabar dari Rasulullah bahwa Allah telah menyediakan untuk mahligai yg terbuat dari Mutiara.
*Sangat dicintai Rasulullah, sbg sabda beliau: "Sungguh aku telah diberi Allah cinta pada Khadijah dan aku cinta kepada orang yg mencintainya."
Walhasil, bahwasanya keistimewaan
beliau tidak dapat dihitung, manaqib
beliau tidak dapat dibatasi karena
beliau selalu dipuji dan diceritakan
Baginda kebaikan dan keistimewaannya. Sayyidah Khadijah diwafatkan pada tanggal 11 Ramadhan, 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah dan beliau di makamkan di Mu'alla yg dikenal dg Kampun Hujun. Maka dg kasih sayang turun Baginda meletakkan jasad Sayyidah Khadijah dan meratakan tanahnya dg perlahan-lahan sebagai tanda kelebihan beliau dari istri2 yang lain dan beliau wafat berumur 65 tahun Radhiyallahu 'anhaa..

HIZIB SAKRON

( Do'a mustajab hizib sakran )

Hizib sakran adalah wirid yang khas dan biasa diamalkan oleh thoriqoh ba'alwy. wirid ini dinamani wirid sakran atau hizib sakron dan dikarang oleh Al Imam Al Habib Abu Bakar Assakran. Beliau digelari dengan As-Sakran (mabuk) , karena beliau mabuk dengan cintanya kepada Allah SWT.


beliau adalah seorang wali besar yang memiliki segudang karomah, ia adalah orang yang sholeh dan selalu taat pada perintah Allah SWT. nasab beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW, Silisilah beliau adalah :

Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW.

Beliau wafat di tarim pada tahun 821 H, salah satu peninggalannya yang sampai kini selalu dibaca adalah wirid sakran.

Banyak yang bilang Hizib Sakran auranya sangat panas dan keras serta bisa mempengaruhi karakteristik yang mengamalkan'nya bila dalam hati si pengamal tertanam rasa riya takabur dan tidak ikhlas dalam mengamalkannya, untuk itu hanya orang-orang kusus yang memiliki niat baik lillahita'ala dan orang orang yang penyabar, orang yang telah mengerti ilmu agama, dan harus ada dalam bimbingan seorang guru yang faham.

Jika mengamalkannya ikhlas atas ridho allah SWT. isnya allah ia akan :

Berani, tegar, ihlas tenang, menghadapi perkara sesulit apapun

Akan di selamatkan, akan kebal dari serangan senjata,muncul karisma dan wibawa, di beri kekuatan menjaga pemiliknya dari manusia, jin dan syaiton jahat, Diberikan kebesaran hati dalam menghadapi masalah.

Do'a hizib tidak bisa sembarangan untuk mengamalkannya harus dalam bimbingan ulama yang faham ilmu agama dan berpengalaman...

Wallahualam...


Wirid Habib Ali bin Abu Bakar As-Segaf

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللّهُمَّ إِنِّى أَحْتَطْتُ بِدَرْبِ اللهِ, طُولُهُ مَاشَاءَ اللهُ, قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ, صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, سَقْفُهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma inni ahtath-tu bidarkillaah, thuuluhuu maa syaa-Allooh, qufluhuu laa ilaaha illallooh, baabuhuu muhammadur-rasuulullooh shallalloohu ‘alaihi wasallam, saqfuhuu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sungguh aku mengelilingi (rumahku) dengan penjagaan Allah. Panjangnya ‘Maa syaa-Alloh’ (sesuatu yang dikehendaki Allah). Kuncinya ‘Laa ilaaha illallooh’ (tiada tuhan selain Allah). Pintunya ‘Muhammadur-rasuululloh, shallalloohu ‘alaihi wasallam’ (Mu-hammad adalah utusan Allah saw). Atapnya ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim’ (tiada daya dan tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah Yang maha Tinggi lagi Maha Agung).

أَحاط بِنَا مِنْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ .مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ(3 × )

Ahaatha binaa min : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim, maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin. (Dibaca 3 x)

Artinya : Semoga Allah melindungi/mengelilingi kami dengan perantaraan (bacaan surat al-Fatihah) “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penya-yang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(QS al-Fatihah : 1-7).

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ, لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, وَ لاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ, وَ لاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatun walaa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Artinya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al-Baqarah : 255).

بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُولِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ, مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُورٍ, وَحَذَرٍ مَحْذُورٍ, وَ مِنْ جَمِيْعِ الشُّرُورِ, تَتَرَّسْنَا بِاللهِ (3×) مِنْ عَدُوِّنَا وَعَدُوِّ الله, مِنْ سَاقِ عَرْشِ اللهِ, إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ  بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, صَنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Binastadaarat kamastadaaratil malaa-ikatu bi madiinatir-rasuuli bilaa khandaqin walaa suurin, min kulli qadarin maqduurin, wahadzarin mahdzuurin. wamin jamii’is-syuruur. Tatarrasnaa billaahi (dibaca 3 x). Min ‘aduwwinaa wa’aduw-willaah, min saaqi ‘arsyillaah, ilaa qaa’i ardhillaah, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. ‘Aziimatuhuu laa tansyaqqu bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Shan’atuhuu laa tanfa’u bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. 

Artinya : Kami terlindungi, sebagaimana para malaikat yang melindungi kota Rasulullah (Madinah) denghan tanpa parit dan benteng, dari setiap kekuatan yang ditentukan, dari kewaspadaan yang perlu diwas-padai, dari semua keburukan. Kami hanya berpe-risaikan dengan Allah. Dari musuh kami dan musuh Allah, dari penjaga ‘arasy-nya Allah, ke dasar bawah bumi Allah, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Jimatnya tidak retak, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Pekerjaannya tidak terputus berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.

اَللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِى بِسُوءٍ مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ وَالْوُحُوشِ مِنْ بَشَرٍ أَوْشَيْطَانٍ أَوْسُلْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ, فَارْدُدْ نَظَرَهُمْ  فِى انْتِكَاسٍ, وَقُلُوبِهِمْ فِى وَسْوَاسٍ, وَ أَيْدِيْهِمْ فِى إِفْلاَسٍ, وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ, لاَ فِى سَهْلٍ يَجْدَعُ, وَلاَ فِى جَبَلٍ يَطْلَعُ, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Alloohumma in ahadun araadanii bisuu-in minal jinni wal insi wal wuhuusyi, min basyarin au syaithaanin au sulthaanin au waswaasin, fardud nazharahum fintikaasin, waquluubuhum fii waswaasin, wa aidiyahum fii iflasin, wa aubiqhum minar-rijli ilar-ra’si, laa fii sahlin yajda’u, walaa fii jabalin yathla’u, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.  Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muham-madin wa aalihii washahbihii wasallam.

Artinya : Ya Allah! Jika seseorang ingin berbuat jahat kepadaku, baik dari kalangan jin, manusia, maupun binatang buas, baik dari manusia, syetan, penguasa (zhalim), maupun bisikan jahat, maka kembalikan pandangan (pikiran) mereka dalam keadaan terjung-kir, hati mereka dalam keragu-raguan, tangan-tangan mereka dalam keadaan gagal (tak bisa berbuat banyak), hancurkan/hinakan mereka dari kaki sampai kepalanya, tak mampu memotong (mengalahkan /berjalan) di tanah datar dan tidak mampu memanjat di gunung, berkat beratus-ratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada junjungan kita, Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.

__________________________________________________
*) Teks Doa diambil dari kitab asli berbahasa arab : "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Sabtu, 16 Mei 2020

Sulitnya Mencari Guru Mursyid

Sulitnya Mencari Guru Mursyid

Imam Ibn Athoillah As-sakamdsry dawuh :

إذا طلبت قارئا وجدت ما لا يخصى، إذا طلبت طبيبا وجدت كثيرا، إذا طلبت فقيها وجدت مثل ذالك، إذا طلبت من يدلك ويعرف بعيوب نفسك لم تجد الا قليلا، فإذا ظفرت به فامسكه بكلتا يديك.

Apabila kamu mencari orang yang pandai membaca (Al-Qur'an, Kitab, Buku-buku) maka akan menemukan jumlahnya tidak terhitung.

Apabila kamu mencari seorang tabib (dokter) maka akan menemukan begitu banyak.

Apabila kamu mencari ahli fiqh maka akan menemukan sama seperti banyaknya (ahli baca dan ahli kedokteran).

Dan Apabila kamu mencari orang yang menunjukanmu kepada Allah dan memberi tahu tentang aib2 dirimu, maka tidak akan menemukan kecuali sedikit.

Oleh karena itu jika sudah menemukanya maka peganglah erat dengan kudua tanganmu.

Sabtu, 09 Mei 2020

APA BUKTI RASA SYUKURMU?

APA BUKTI RASA SYUKURMU?

لا تدهشك واردات النعم عن القيام بحقوق شكرك فان ذالك ممايحط من وجود قدرك

Jangan sampai nikmat yang berlimpah membuatmu lupa untuk menjalankan kewajiban bersyukur karena dapat merendahkan harga dirimu. --Syekh Ibnu Atha'illah, Al-Hikam.

Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa kita tidak boleh terpesona dan tidak boleh lalai untuk menjalankan kewajiban-kewajiban bersyukur kepada Allah yang telah memberi berbagai macam nikmat.

Salah satu bentuk syukur adalah dengan cara melihat kelemahan diri kita sendiri dalam menunaikan hak-hak itu. Kita harus bersyukur atas karunia Ilahi yang setiap saat kita dapatkan. Sikap lalai itulah yang merendahkan harga diri kita sebagai hamba dan makhluk di hadapan Sang Khalik.

Jangan sampai banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepadamu membuat dirimu lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Jangan sampai pula kau berpandangan bahwa nikmat yang kau dapat itu datang dengan sendirinya sehingga kau tidak mau bersyukur kepada sang Maha Pemberi.

Contoh bersyukur dengan lisan adalah dengan memperbanyak dzikrullah, bershalawat, dan beristighfar serta memperbanyak wirid setelah shalat lima waktu agar diri kita sebagai hamba selalu mampu mengingat karunia Allah yang tiada tara. 

--Syekh Ibnu Atha'illah Al-Hikam, syarah Syekh Abdullah Asy-Syarqawi.

Selasa, 05 Mei 2020

beberapa kisah penampakan jin yang terjadi di zaman Rasulullah

Eksistensi dan makhluk ghaib lainnya pun diakui Alquran. Penciptaan mereka, tugas mereka, dan cara mengusirnya semua dijelaskan dalam Alquran. Tapi, untuk wujudnya sendiri, tidak ada yang bisa memastikan.

Namun, tahukah Anda kalau di zaman Rasulullah, kasus sudah terjadi dan ini semua tertulis dalam tafsir dan beberapa hadist sahih.

1. Penampakan iblis di perang Badar

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas berkata, "Iblis telah menyerupai manusia sebagai sosok Suraqah bin Malik, pemuka Bani Mudlij. Dia datang ke tengah barisan tentara orang-orang musyrikin lalu berkata: Tidak ada seorang pun yang dapat menang terhadap Kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya adalah pelindungmu. Ketika manusia telah berkumpul Rasulullah SAW mengambil segenggam debu, lalu beliau lemparkan ke arah orang-orang musyrikin, mereka pun lari tunggang langgang. Lalu Jibril menemui

Waktu itu iblis sedang memegangi tangan salah seorang musyrik, begitu melihat kedatangan Jibril, dia langsung melepaskan tangan orang musyrik tersebut dan kabur mengambil langkah seribu. Orang musyrik itu pun langsung meneriakinya: Wahai Suraqah, Kamu tadi mengklaim diri sebagai pelindung kami? " Iblis menjawab, "Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak bisa melihatnya, sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya." Itulah reaksi Iblis saat melihat para malaikat." (Tafsir Ibnu Katsir: 2/317).

2. Penampakan iblis di saat musyawarah

Dalam satu momen, tokoh kafir Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (tempat bermusywarah). Iblis menyusup dan menjelma sebagai seorang tokoh besar lengkap dengan pakaian kebangsaan.

Saat kaum Quraisy melihat sosok ini, mereka bertanya; "Siapakah Anda?" lalu sosok itu menjawab, "Saya syekh (pemuka agama) dari kota Nejed. Saya mendengar kalian telah bersatu, karena itu saya hadir ke sini agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasihat saya". Mereka pun antusias menyambutnya.

"Ya, silahkan masuk." menyerupai syekh itu pun masuk bersama mereka lalu berkata, "Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad SAW). Demi Allah, sepak terjangnya tak akan bisa kalian banding". (Sirah Ibnu Hisyam: 2/94 dan Tafsir Ibnu Katsir: 2/379).

3. Penampakan hantu di keranjang

Dalam cerita, seorang sahabat Nabi bernama Abu Ayyub punya sekeranjang kurma. Menurut ceritanya, keranjang tersebut didatangi hantu dan mengambil salah satu kurmanya. Kemudian dia melapor ke Rasulullah, dan Nabi bersaba, "Pergilah (ke tempatmu semula), apabila Kamu melihatnya lagi, bacalah, "Bismilillah Ajibi Rasulullah" (Dengan nama Allah, taailah seruan Rasulullah). Kemudian aku praktikkan, lalu dia (jin) bersumpah untuk tidak datang lagi. Cerita ini sama dengan yang dialami Abu Hurairah". (HR. Tirmidzi).

4. Penampakan jin di dalam gentong

Ubay bin Kaab berkata, "Saya pernah punya gentong yang berisi kurma, saya selalu memeriksanya. Namun pada suatu saat, kurma itu berkurang dan waktu itu saya melihat sosok menyerupai anak remaja. Aku pun menegurnya, "Apakah kamu jin atau manusia?" Sosok itu menjawab, "Aku jin". Aku bertanya kembali, "Apa yang bisa membentengi kami dari kejahatanmu?" Dia meniawab,"Ayat Kursi". Lalu aku ceritakan hal itu ke Rasulullah. Beliau bersabda, "Syetan itu benar." (HR. Nasai)

5. Penampakan setan saat solat

Suatu ketika, Aisyah ra berkata, "Ketika Rasulullah salat, datanglah syetan kepadanya. Lalu Rasulullah menangkapnya, membantingnya, dan mencekiknya. Rasulullah kemudian bersabda, "Sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku." (HR. Nasai)

6. Penampakan setan di dalam gudang zakat

Abu Hurairah berkata, "Rasulullah mengamanahiku untuk menjaga hasil pengumpulan zakat di bulan Ramadhan, lalu datanglah seseorang. Lalu dia menciduk hasil zakat dengan tangannya. Aku menegurnya; "Demi Allah, kamu akan saya laporkan ke Rasulullah." Kemudian dia berkata, "Saya sangat butuh sekali dan saya mempunyai keluarga yang sangat membutuhkan makanan ini." Maka aku membiarkannya pergi. Di pagi harinya, Rasulullah bertanya kepadaku: "Apa yang dilakukan tahananmu semalam?"

(Lalu Abu Hurairaih bercerita, dan peristiwa itu berulang tiga kali), sampai akhirnya jin itu mengajari Abu Hurairah ayat Kursi untuk membentengi diri dari gangguan syetan. Dan hal itu dibenarkan Rasulullah. Beliau berkata, "Kali ini dia benar, padahal dia pembohong, dia adalah syetan." (HR. Bukhari).

7. di dalam rumah

Dalam sebuah kisah, Abu As-Saib berkata, Abu Said al-Khudri pernah bercerita tentang pemuda penghuni rumah sebelahnya yang mati akibat balas dendam jin yang dibunuhnya. Waktu itu, itu menampakkan diri dengan menyerupai bentuk ular. Tidak diketahui secara persis, mana yang terlebih dahulu mati, pemuda atau ular. Ketika peristiwa itu disampaikan ke Rasulullah SAW, Beliau bersabda, "Sesungguhnya di Madinah ini ada jin yang telah masuk lslam. Oleh sebab itu, jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka biarkanlah (izinkanlah) tiga hari. Jika setelah itu masih terlihat, maka bunuhlah karena dia adalah setan."

8. Ketika Rasulullah Diganggu Jin Ifrit

Dalam satu perjalanan dari rangkaian Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah Nabi kita dikejar Jin Ifrit.Yah betul sekali, Raja Jin yang pernah ditawan oleh Nabi Sulaiman pun ternyata di sepenggal cerita Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW muncul kembali bahkan di titik ini, Jin Ifrit berusaha mengejar Nabi dan Malaikat Jibril yang kala itu sedang melakukan perjalanan Isra dan Miraj,tepatnya perjalanan dari masjidil haram ke masjidil Aqsho setelah tapak tilas beberapa situs sejarah Nabi-Nabi terdahulu.

Tiba tiba terlihatlah jin Ifrit dari belakang dengan membawa obor api, ketika Nabi melirik ke belakang dan mencoba ingin melihatnya seketika itu juga Malaikat Jibril AS mencegahnya seraya berkata kepada Nabi SAW," berkenankan kah engkau wahai Nabi untuk saya ajarkan satu kalimat (doa) apabila engkau bacakan kalimat tersebut maka dengan izin Allah SWT, nyala api di tangan Jin Ifrit (obor) akan padam begitu pun jin ifrit pun akan jatuh tersungkur" Nabi SAW pun menjawab "Ya, silahkan".


Maka Malaikat Jibril AS pun mengajarkan Nabi doa ini :

"Audzu biwajhil karim,wabikalimatillah at tammati allati la yujawizahunna,wa la fajira minsyarri ma yanzilu minas sama',wa min syarri ma ya'ruju fiiha,wa min syarri ma dzara'a fil ardhi, wa min syarri ma yakhruju minha, wa min fitanil laili wan nahar, wamin thowariqil laili wan nahar, illa thoriqon yathruqu, ya rahman !"



Yg bukan merupakan pembatal puasa sehingga dibolehkan melakukannya

Yg bukan merupakan pembatal puasa sehingga dibolehkan melakukannya.

1. Mengakhirkan mandi hingga terbit fajar.
bagi orang yg junub atau wanita yg sudah bersih dari haid dan nifas. Puasanya tetap sah."

2. Berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) Tambahan, 
namun harus tetap berhati-hati dan tdk berlebihan karena menghirup air ke dalam hidung itu Makruh ( jadi lebih baik cukup dg jari tangan bersihkan bagian unjung lubang hidung ) sedangkan kumur2 apabila sampai tertelan maka batal puasanya.)

3. Mandi di tengah hari puasa atau mendinginkan diri dengan air.
Tambahan, Menyelam yg berlebihan makruh, dan jika tertelan air ketika menyelam maka batal puasanya )

4. Menyicipi makanan ketika ada kebutuhan, selama tidak masuk ke kerongkongan* Tambahan' 
untuk hal ini hanya di khususkan untuk ibu-ibu/ laki2 yg hendak memasak untuk makanan buka puasa atau jualan, namun setelah di cicipi di ludahi kembali hingga tidak terasa lagi rasa makanan yg di cicipi. )

5. Bercumbu dan mencium istri, bagi orang yg mampu mengendalikan birahinya.
Tambahan, 
Untuk perkarah yg ini terdapat banyak dalil bahwasanya nabi pernah mencium istri beliau ketika beliau sedang berpuasa, namun kita berbeda dengan nabi yg hawa nafsu beliau mampu di kendalikan ( nabi sejak kecil dada beliau pernah di belah oleh malaikat Jibril dan di keluarkan hati beliau yaitu Segalah nafsu yg buruk2 di keluarkan dari dada beliau dan di cuci oleh malaikat Jibril ), jadi yg selalu di kalahkan sama nafsunya sebaiknya jgn di lakukan agar puasa kalian tetap sah. 
Sebab jika berlebihan sampai berhubungan badan di siang hari ramadhan, maka haram dan berdosa sekalipun dgn istri yg sah )

6. Memakai parfum dan wangi-wangian.
Tambahan,  
Ini hanya khusus untuk lelaki ketika hendak sholat Jum'at, dan bagi wanita tidak boleh memakai nya karena ada larangan dari nabi, dan jika wanita ingin memakai wewangian agar melindungi tubuhnya dari bauh badan, semisalnya rexona maka ini boleh, namun selain dari wewangian yg bauh nya tajam dan dapat di cium dari jarak dekat maupun jauh, maka haram hukumnya ) 

7. Menggunakan siwak atau sikat gigi."
Tambahan, 
waktu pagi dan sore di bolehkan, namun ketika sudah memasuki waktu Dzuhur Makruh hukumnya.

8. Menggunakan celak.
Tambahan,  
boleh memakai nya, namun lebih baik jika di pakai di malam hari, karena jika di pakai di siang hari ramadhan dengn maksud agar menarik perhatian lelaki kemudian menjadi fitnah bagi lelaki, maka berdosa. 

9. Menggunakan tetes mata.
Tambahan, 
untuk ini di bagi menjadi dua.. ulama yg mengatakan tidak batal adalah pendapat
Imam Syafi'i, imam Hanafi , karena menurut mereka tidak ada saluran dari mata menuju rongga mulut atau otak. Dengan demikian, apa yg masuk ke mata tidak membatalkan puasa... 

Kemudian ulama yg mengatakan batal puasa  adalah, Imam Ahmad bin Hambal, dan imam Malik,. Menurut mereka di dalam mata terdapat akses ke kerongkongan, seperti mulut dan hidung, Pendapat kedua tersebut dikuatkan oleh temuan ilmu kedokteran saat ini yang membuktikan adanya keterkaitan antara mata dan rongga mulut, hidung, serta tenggorokan.. jadi memakai obat tetes mata membatalkan puasa. ) 


10. Menggunakan tetes telinga.
Tambahan, 
para ulama salafiyah jaman sekarang, mengatakan tidak batal puasanya Namun jika kita melihat dengan ilmu kedokteran, maka batalah Puasa nya. 

11. Makan dan minum 5 menit sebelum terbit fajar.
yang ditandai dengan adzan shubuh, yg biasanya disebut dengan waktu imsak Karena batas awal rentang waktu puasa adalah ketika terbit fajar yang ditandai dengan adzan 
Tambahan" 
untuk hal ini penjelasan yang benar sebagaimana dalam Al-Baqarah ayat 187 Bahwasanya, makan dan minumlah kalian hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar..  kemudian nabi berkata Sesungguhnya yang dimaksud dengan ayat itu adalah gelapnya malam dan terangnya siang"., 
Maksudnya adalah sudah terang di langit ufuk timur dan masih gelap di  langit ufuk barat

Jumat, 01 Mei 2020

TENTANG REZEKI KITA

"Ternyata inilah sebab banyaknya musibah dan kesusahan dalam hidup kita"

Dijelaskan oleh Sang Maestro ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Pengarang kitab yg monumental kitab: Sullam Taufiq, yaitu Al habib abdullah bin husein bin thohir beliau berkata:

" Ketahuilah bahwasanya penyebab utama yang mengganggu dan menyusahkan serta penyebab utama musibah yang menimpa adalah dikarenakan banyaknya perbuatan dosa, baik secara dhohir maupun bathin.
ALLAH سبحانه وتعالى berfirman;

(وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ)

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri."
(As Syuro: 30)

Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
( Ar-Rum: 41)

Dan tidak ada obat yang bisa mengangkat dan mencegah musibah tersebut kecuali dengan cara Taubat Nasuha yg memenuhi syarat² taubat.

Adapun sesuatu yang paling ampuh untuk meringankan dan menenangkan musibah tersebut adalah dengan memperbanyak beristighfar dan mengerjakan ibadah yg dapat melebur dosa; seperti shodaqoh dan meningkatkan amal kebajikan".

Semoga Allah membukakan pintu rezeki dan pintu kebaikan dan tobat untuk kita....

[sumber: kitab Majmu' Al habib Abdullah bin Husein bin Thohir]

Rabu, 29 April 2020

(PERHITUNGAN FALAKIYAH) WABAH THO'UN KAPAN BERAKHIR

(PERHITUNGAN FALAKIYAH) WABAH THO'UN KAPAN BERAKHIR

"Wabah (Tha’un), Penyakit/Virus ('Ahah) dan Bintang Tsurayya"
•••••
Baginda Rosulillah Muhammad SAW bersabda :

إِذَا ارْتَفَعَ النَّجْمُ رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ 
“Jika Bintang (Najm) naik, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. at-Thabrani)

إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ صَبَاحًا رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ
“Jika Bintang (Najm) terbit pada pagi hari, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. Abu Daud)

مَا طَلَعَ النَّجْمُ قَطُّ وَفِي الْأَرْضِ مِنَ العَاهَةِ شَيْئٌ إِلَّا رُفِعَ
“Tidaklah terbit Bintang (Najm), sementara di bumi tengah dilanda penyakit/virus, melainkan (penyakit/virus) itu diangkat” (HR. Ahmad)

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab “Badzl al-Ma’un” nya menyatakan (Hal. 369) :

وكانت الطواعين الماضية تقع في فصل الربيع بعد انقضاء الشتاء وترتفع في أوّل الصيف
"Wabah (Tho'un) pada masa lalu, terjadi pada Musim Semi, setelah berakhirnya Musim Dingin. Wabah berakhir di permulaan Musim Panas".
**
Perhitungannya seperti ini :

》Penyakit/Virus hilang saat Bintang (Najm) terbit di waktu pagi.
》Waktu pagi yang dimaksud adalah waktu Fajar.
》 Najm (نجم) yang di maksud adalah Bintang Tsurayya (الثريا)
》Pada periode 12 Mei – 6 Juni, Matahari berada di Buruj Tsaur (zodiak Taurus) dan Buruj jawza’ (zodiak Gemini), di Manzilah (posisi) Bintang Tsurayya. Namun, yang muncul pada pagi harinya adalah bintang Syarthin (Alnath) pada tanggal 12 Mei dan Bathin (Allothaim) pada tanggal 25 Mei.
》Tanggal 7 Juni, Matahari berada di Buruj Jawza’ (Gemini), di Manzilah (posisi) Bintang Huq’ah (Alchatay). Pada waktu Fajar, bintang yang terbit (Thali'/Ascendant) adalah Bintang Tsurayya (Alchaomazon)
》Kemunculan Tsurayya pada waktu Fajar ini sekaligus menandakan masuknya Musim Panas (الصيف) dan berakhirnya Musim Semi (الربيع)
》 Waktu Fajar untuk DKI Jakarta pada tanggal 7 Juni 2020 masuk pada pukul 04.44 wib. Sedangkan Tsurayya mulai terbit di Ufuq Timur (Thali'/Ascendant) pada pukul 04.52 wib.
*
Jadi kapan berakhirnya Wabah Virus Covid-19 ini? Tanggal 7 Juni 2020.

Yakni pada saat Tsurayya terbit atau muncul di pagi hari, di waktu Fajar, yang sekaligus menandai masuknya Musim Panas. 
Untuk Indonesia, khususnya yang berada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, adalah masuknya Musim Kemarau.

Namun kemungkinan tanggal 7 Juni, Tsurayya belum bisa terlihat muncul di pagi hari, karena Tsurayya baru saja terpisah dari Matahari. Sehingga masih ada dampak sinar matahari terhadapnya.

Waktu yang paling cepat munculnya Tsurayya adalah setelah melewati setengah perjalanannya, yakni 6 hari. Yang itu berarti tanggal 13 Juni. 

Tanggal inilah (13 Juni) waktu yang kemungkinan Tsurayya terlihat muncul pada pagi hari atau waktu fajar. 

*Sekaligus tanggal inilah (13 Juni), virus yang mewabah ini baru (mulai) terangkat dan hilang.*

Wallohu'lam 
----------unQuoted----------

Karena uraian di atas mengutip Teks FALAKIYAH, maka dari Satgas NU Peduli Covid-19 Kabupaten Demak yang juga melibatkan Lembaga Falakiyah ikhtiar dan berupaya memberikan respon berbasis ILMU FALAK yang disampaikan oleh Sekretaris LF NU Kabupaten Demak, Sahabat Kyai Ach Musyafa' sebagai berikut:

----------Quoted----------
Assalamu alaikum wr. Wb.

Menyikapi postingan yang mengkorelasikan antara wabah tho'un dan ilmu falak. 

Disini kami tidak akan membahas tentang hadist yang telah dipaparkan. Akan tetapi kami fokus menyikapi tentang bintang tsuroya yang memang telah di artikan dalam hadist tersebut. Menurut kami dengan bermodalkan kedangkalan ilmu kami. 
Bahwa ilmu perbintangan itu ada 2.
1.  Ilmu HISAB 
2. ilmu NUJUM
Ilmu hisab adalah perhitungan benda langit dengan hitungan pasti
Ilmu nujum adalah. Perhitungan kejadian alam yang dikaitkan dengan benda2 langit

Dalam hal ini kita akan berbicara tentang bintang tsuroya yang akan muncul pada buruj tsaur pada derajat 30 sampai buruj jauzak pada derajat 11. 
Buruj tsaur kalau dalam ilmu perbintangan adalah taurus. Dan buruj jauzak adalah gemini. 

Lebih tepatnya menurut perhitungan kami awal munculnya bintang tsuroya yaitu ketika deklinasi matahari 57° tepatnya pada tgl 18 mei. Dan berakhirnya bintang tsuroya yaitu di deklinasi matahari 68° tepatnya tanggal 31 mei. Dan belum masuk pada bulan juni. 
Kalau kita kaitkan dengan hadist
اذا ارتفع النجم رفعت العاهة عن كل اهل البلد
Artinya ketika bintang yg disitu di artikan tsuroya muncul. Maka akan hilanglah wabah dr semua muka bumi. 

Kesimpulannya. 
Menurut perhitungan kami bahwa wabah akan berangsur hilang mulai tgl 18 mei sampai 31 mei. 

Ini hanya sebuah perhitungan yg memang sesuai dgn nama ilmu hisab. Masalah kebenarannya semua ada pada kekuasaan alloh. Kurang kebihnya kami mohon maaf .

Wassalamu alaikum wr. Wb.

Sekretaris lfnu demak.
ttd
Kyai Ach Musyafa'

----------unQuoted----------

Semoga ikhtiar respon berbasis ILMU FALAK di atas menambah wawasan dan cara pandang kita bersama dalam memohon Ridho dan Ampuran ALLAH, serta berdo'a agar segala yang tidak baik bisa segera diangkat, tidak panik dan tetap waspada.

Selasa, 28 April 2020

NASEHATILAH PELAKU MAKSIAT

NASEHATILAH PELAKU MAKSIAT. 

Jaga lisan ini untuk mencaci maki
saudara - saudara kita, Jaga hati ini untuk mulai berpaling suka mencela orang lain.
Andaipun dia buruk perangainya, jangan cepat menilai buruk apalagi menghukum dia jauh dari Allah lagi terlaknat. Barangkali kita tidak berusaha menegurnya, menasehatinya, atau kita tidak mau membimbingnya dan membiarkannya
hingga mereka jauh dari hidayah Allah, karena lisan dan hati kita gemar mencaci bukan menasehati.
Oleh karena itu, Jangan senang ketika kalian
beribadah, tapi lupa dan malas memberikan nasehat.
Hanya Melakukan ibadah lainnya , tapi enggan berdakwah mengajak orang lain untuk dekat kepada Allah, bukanlah prilaku yang terpuji.
Mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan kebaikan orang lain adalah prilaku setan. Tentu saja ke neraka. Mustahil setan membawa manusia ke surga.
"Jika demikian, orang-orang yang gemar mencaci maki, menghina tidak mau menasehati memiliki tujuan yang sama, yaitu memasukkan manusia ke dalam neraka." masih ingatkan sebuah kisah dimana ketika ada mayat seorang Yahudi lewat di hadapan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam, beliau lalu menangis. Para
sahabat bertanya mengapa beliau menangis. Beliau menjawab, "Telah lolos dariku satu jiwa dan ia masuk ke dalam neraka."
"Perhatikan perbedaan orang-orang yang gemar mencaci maki, menghina tidak mau menasehati dengan Rasulullah yang berusaha memberi petunjuk dan menjauhkan mereka dari neraka. Kalian berada di satu lembah, sedangkan Rasulullah berada di lembah lain."
Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah dan taufiq-Nya. Aamiin.

Senin, 27 April 2020

BELAJAR LEBIH DEWASA MENGHADAPI PERBEDAAN

BELAJAR LEBIH DEWASA MENGHADAPI PERBEDAAN.
(Hindari permusuhan sesama Mukmin)

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.

Syaikh Sulayman ar-Ruhaili rahimahullahu  berkata,

العلماء الربانيون يدورون مع الحق ولا ينحازون الا له ومن خالفهم بالدليل فيما يحتمل الخلاف يحبونه ولا يعادونه

"Ulama Robbani itu beredar bersama dengan dalil dan tidaklah berpihak, melainkan hanya kepada kebenaran. Siapa yang menyelisihi pendapat mereka (yaitu para ulama) dengan dalil yang memang ada perbedaan pendapat di dalamnya, maka mereka tetap mencintai orang ini dan tidak memusuhinya.

Imam al-Albani rahimahullahu  berkata,

ندور مع الدليل حيث دار ولا نتعصب للرجال ولا ننحاز إلا للحق

"Kami beredar bersama dengan dalil dimanapun ia beredar, dan kami tidak fanatik dengan figur manapun serta kami hanya berfihak kepada kebenaran saja."

Imam Al-Utsaimin rahimahullahu  berkata,

الرجل إذا خالفك بمقتضى الدليل عنده لا بمقتضى العناد ينبغي أن تزداد محبة له

"Jika seseorang menyelisihimu karena dalil bukan karena menentang, maka selayaknya rasa cintamu bertambah kepadanya."

Beginilah sikap dewasa dalam menilai perbedaan pendapat...
Bukan sekedar karena menyelisihi pendapatku atau pendapat guruku atau pendapat yang selama ini kuyakini dan kuketahui...
Hendaknya seseorang tetap dinamis, melihat kebenaran itu pada hujjah dan dalil, bukan sekedar pada person atau figur ...

Diriwayatkan dari Ali radhiyallahu'anhu berkata,

لا يعرف الحق بالرجال اعرف الحق تعرف أهله

"Kebenaran itu tidaklah semata dikenal dengan person (yang dijadikan sebagai parameter), namun kenalilah kebenaran kau 'kan tahu orang-orangnya"

Sebagian ulama berkata,

من عرف الحق بالرجال حار في متاهات الضلال

"Siapa yang mengenal kebenaran hanya dengan standar figur belaka, maka ia akan bingung di dalam labirin kesesatan."

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu menuntun kita semua kejalan yang benar, Aamiin.

 والله أعلم بالصواب
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك


”من دل على خير فله أجر فاعله“
"Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan,...
Maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya”
[H.R, Imam Muslim, no 1893]

Jumat, 17 April 2020

Do'a Imam Mahdi

“Sesungguhnya perangai yang buruk dapat merusak amal sebagaimana cuka merusak madu.” - Imam Shadiq as, Al-Kâfi, jil. 2, hal. 321.

Doa Imam Mahdi
Doa yang dibaca di zaman ghaibah untuk memohon kemenangan dan segala kebaikan.

اَللّـهُمَّ ارزُقنا تَوفيقَ الطّاعَةِ

alloohummar zuqna taufiiqot thoo'ah

ya Allah beri kami taufik untuk taat

وَبُعدَ المَعصِيَةِ

wa bu'dal ma'shiyah

jauh dari maksiat

وَصِدقَ النِّيَّةِ

wa shidqon niyyah

niat yang tulus

وَعِرفانَ الحُرمَةِ

wa 'irfaanal hurmah

mengenal yang haram

وَاَكرِمنا بِالهُدى وَالاستِقامَة

wa akrimnaa bil hudaa wal istiqoomah

muliakan kami dengan petunjuk dan ketegaran

وَسَدِّد اَلسِنَتَنا بِالصَّوابِ وَالحِكمَةِ

wa saddid alsinatanaa bis showaab wal hikmah

dan luruskan lidah kami dengan kebenaran dan hikmah

وَامـلاَ قُلُوبَنا بِالعِلمِ وَالمَعرِفَةِ

wamla' quluubanaa bil 'ilmi wal ma'rifah

penuhi hati kami dengan pengetahuan dan ilmu

وَطَهِّر بُطُونَنا مِنَ الحَرامِ وَالشُّبهَةِ

wa thohhir buthuunana minal haroomi was syubhah

bersihkan perut kami dari yang haram dan syubhat (tidak jelas)

وَاكفُف اَيدِيَنا عَنِ الظُّلمِ وَالسَّرِقَةِ

wakfuf aidiyana 'anid dzulmi wal sirqoh

cegah tangan kami dari berbuat zalim dan mencuri

وَاغضُض اَبصارَنا عَنِ الفُجُورِ وَالخِيانَةِ

waghdhudh abshooronaa 'anil fujuuri wal khiyaanah

tutup mata kami dari penghianatan dan nista

وَاسدُد اَسماعَنا عَنِ اللَّغوِ وَالغِيبَةِ

wasdud asmaa'anaa 'anil laghwi wal ghiibah

hindarkan telinga kami dari hal yang sia-sia dan gunjingan

وَتَفَضَّل عَلى عُلَمائِنا بِالزُّهدِ وَالنَّصيحَةِ

wa tafaddhol 'alaa 'ulamaa'inaa biz zuhdi wan nashiihah

muliakan ulama kami dengan kezuhudan dan nasehat

وَعَلَى المُتَعَلِّمينَ بِالجُهدِ وَالرَّغبَةِ

wa 'alal muta'allamiina bil juhdi war roghbah

berilah kesungguhan dan semangat pada para pelajar

وَعَلَى المُستَمِعينَ بِالاتِّباعِ وَالمَوعِظَةِ

wa 'alal mustami'iina bil ittibaa'i wal mau'idhoh

berilah taufik kepada para pendengar untuk mengikuti dan mengambil pelajaran

وَعَلى مَرضَى المُسلِمينَ بِالشِّفاءِ وَالرّاحَةِ

wa 'alaa mardhol muslimiina bis syifaa'i war roohah

karuniakan kesembuhan dan kenyamanan pada umat Islam yang sakit

وَعَلى مَوتاهُم بِالرَّأفَةِ وَالرَّحمَةِ

wa 'ala mautaahum bir ro'fati war rohmah

begitu juga rahmat dan kasih sayang bagi mereka yang telah meninggal

وَعَلى مَشايِخِنا بِالوَقارِ وَالسَّكينَةِ

wa 'alaa masyaakhinaa bil waqoori was sakiinah

wibawa dan ketenangan untuk mereka yang berusia tua

وَعَلَى الشَّبابِ بِالانابَةِ وَالتَّوبَةِ

wa 'alas syabaabi bil inaabati wat taubah

taubat dan kesadaran bagi para pemuda

وَعَلَى النِّساءِ بِالحَياءِ وَالعِفَّةِ

wa 'alan nisaa'i bil hayaa'i wal 'iffah

rasa malu dan kehormatan kepada para wanita

وَعَلَى الاغنِياءِ بِالتَّواضُعِ وَالسَّعَةِ

wa 'alal aghniyaa'i bit tawaadhu'i was sa'ah

kerendah hatian dan kemurahan bagi orang-orang kaya

وَعَلَى الفُقَراءِ بِالصَّبرِ وَالقَناعَةِ

wa 'alal fuqoroo'i bis shobri wal qonaa'ah

kesabaraan dan rasa cukup untuk orang-orang miskin

وَعَلَى الغُزاةِ بِالنَّصرِ وَالغَلَبَةِ

wa 'alal ghuzzaati bin nashri wal gholabah

kemenangan bagi para pejuang

وَعَلَى الاسَراءِ بِالخَلاصِ وَالرّاحَةِ

wa 'alal usaroo'i bil kholaashi war roohah

dan kebebasan dan kenyamanan bagi para tahanan

وَعَلَى الامَراءِ بِالعَدلِ وَالشَّفَقَةِ

wa 'alal umaroo'i bil 'adli was syafaqoh

keadilan dan kasih sayang bagi para pemimpin

وَعَلَى الرَّعِيَّةِ بِالانصافِ وَحُسنِ السّيرَةِ

wa 'alar ro'iyyati bil inshoofi wa husnis siiroh

kesabaran dan perilaku yang baik bagi para bawahan

وَبارِك لِلحُجّاجِ وَالزُّوّارِ فِي الزّادِ وَالنَّفَقَةِ

wa baarik lil hujjaaji waz zuwwaari fiz zaadi wan nafaqoh

berkah untuk para haji dan peziarah serta keluasan dalam nafkah

وَاقضِ ما اَوجَبتَ عَلَيهِم مِنَ الحَجِّ وَالعُمرَةِ

waqdhi maa aujabta 'alaihim minal hajji wal 'umroh

dan tunaikanlah apa yang Kau wajibkan atas mereka seperti haji dan umrah

بِفَضلِكَ وَرَحمَتِكَ يا اَرحَمَ الرّاحِمينَ

bifadhlika wa rohmatika yaa arhamar roohimiin

demi keluasan karunia-Mu dan rahmat-Mu wahai yang paling pengasih



Peresmian Jalan Eyang Kiyai Hasan Maolani

Bumi Panungtung Mengucapkan: selamat dan sukses atas peresmian  Nama Jalan Lingkar Timur Utara Tugu Ikan Sampora - Tugu Sajati Ancaran, sepa...