Rabu, 08 Juli 2020

PENTINGNYA MENJAGA ADAB TERHADAP GURU

KISAH TRAGIS SANTRI YANG HAFAL KITAB TUHFATUL MUHTAJ YANG JADI PENJUAL ARANG

الأدب قبل العلم 

Dahulukan akhlak sebelum ilmu
 
 بالأدب تفهم العلم 

Dengan ahlaklah kamu bisa memahami ilmu

Kisah tragis dari seorang Santri yang sangat pandai namun ia tidak memiliki Etika (Adab) kepada gurunya sendiri.
 
Kisah ini kita dapatkan dari guru kita Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah beliau dari gurunya Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Shodiq Al-Habsyi, beliau dari gurunya Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri sekaligus beliau tokoh yang dimaksud dalam kisah ini.

Dikisahkan di Tarim Yaman terdapat suatu pesantren yang bernama “Rubath Tarim”, Pesantren ini telah melahirkan puluhan ribu Ulama’ yang tersebar di seluruh Dunia. Di sana para Santri diajarkan berbagai macam ilmu, khususnya spesifikasi Ilmu Fiqh sebagai keunggulannya.

Di pesantren itu pula ada seorang Santri anggap saja namanya “Fulan”, si Fulan ini merupakan seorang Santri yang sudah menetap selama 13 tahun bersama Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri dan sangat cerdas, kuat hafalannya, tangkas dan rajin hingga dikatakan bahwa ia menjadi Santri yang sudah mencapai derajat Mufti, saking pintarnya. ia juga hafal semua Mas’alah Fiqhiyah yang terdapat dalam kitab “Tuhtatul Muhtaj”, sebuah kitab yang tebalnya 10 jilid cetakan Darud Diya' atau 4 jilid cetakan Darul Kutub Ilmiyah. 

Kesehariannya di Pesantren, si Fulan ini disukai oleh teman-temannya sebab ia dibutuhkan oleh rekannya untuk menjelaskan pelajaran yang belum difahami serta mengajar kitab kitab lainnya. 13 tahun menjadi Santri Rubath Tarim tentu saja hampir dipastikan kapasitasnya, ia termasuk Ulama’ Besar. Namanya pun tersohor hingga keluar Pesantren bahwa ia termasuk calon Ulama Besar yang akan muncul berikutnya.

Hingga akhirnya Syetan mengelabuhi si Fulan, iapun merasa orang yang paling Alim, bahkan ia merasa kualitas dirinya sejajar dengan kealiman Guru Besarnya. Tidak cukup sampai disitu, kesombongan itu berlanjut hingga ia berani memanggil Gurunya dengan namanya saja; “Ya Abdullah / Duhai Abdullah”!!!. Di mata para Ahli ilmu, hal ini sungguh suatu tindakan yang sangat sangat tercela dan kesombongan yang nyata.

قال سيدي الشيخ محمد بن علي باعطية الدوعني: 
من نادى شيخه باسمه لم يمت حتى يذوق الفقر المعنوي من العلم 

Barangsiapa yang memangil Gurunya dengan sebutan namanya langsung (tidak mengagungkannya ketika memanggil), maka dia tak akan meninggal kecuali sudah merasakan hidup yang faqir baik dalam ilmu maupun material.

Melihat kesombongan si Fulan, Al-Habib Abdullah As-Syathiri bersabar dan memilih diam saja. Sayyidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah mengatakan, “Diamnya seorang Guru saat muridnya tidak sopan kepada gurunya tetap akan mendapatkan Adzab dari Allah SWT.”

Kesombongan itupun berlanjut, si Fulan pada suatu hari akan keluar dari Rubath Tarim untuk menuju Kota Mukalla untuk berdakwah. Iapun keluar dari Pesantren begitu saja tanpa izin kepada Al-Habib Abdullah As-Syathiri, hingga pada saat “Madras Ribath” sebutan untuk Pengajian rutinan di Rubath Tarim, Al-Habib Abdullah As-Syathiri menanyakan perihal keberadaan si Fulan yang biasanya duduk di depan namun tidak nampak kelihatan.

“Kemanakah si Fulan ?.”

Sebagian Murid yang mengetahui menjawab, “Si Fulan sedang berdakwah ke Kota Mukalla.”

Al-Habib Abdullah As-Syathiri berkata, “Apakah dia izin kepadaku ?.”

Sontak Murid yang lain diam saja. Dan Habib Abdullah As-Syathiri kemudian berkata, "Baiklah, kalau begitu biarkan si Fulan pergi akan tetapi ilmunya tetap di sini !!!.”

Di sisi lain di Kota Mukalla Yaman, para ahli ilmu dan tholib ilim dan para pecinta Habib Abdullah As-Syathiri  yang mendengar bahwa si Fulan Santri Senior Rubath Tarim akan mengisi ceramah di Masjid Baumar Mukalla Kodim, merekapun berbondong-bondong datang, mereka pun mempersilahkan si Fulan untuk memberikan ceramahnya.

Si Fulan naik kemimbar dan memulai isi ceramahnya, ia memulai dengan Basmalah, Hamdalah, Sholawat kepada Nabi SAW, Amma Ba’du. Kemudian ia membaca sebuah ayat :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون(٥٦) وما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون (٥٧)  إن الله هو الرزاق ذو القوت المتين (٥٨) سورة الذاريات
 
dan ingin menjelaskan ayat ini. namun ternyata dia terdiam seperti kayu yang berdiri tegak dan kebingungan tak mampu berbicara menjelaskan ayat tersebut. Hingga dia duduk lima menit, dia terdiam di hadapan jama’ah di hadapannya, dia menoleh ke jama'ah dan mereka juga memandang si Fulan. Hingga akhirnya dia duduk menangis karena semua ilmu yang pernah ia hafal hilang seketika.  Bahkan kitab sekecil Safinatun Najah tak hafal satu kalimat pun, apalagi kitab Tuhfah ysng awalnya telah dihafal.

Ketika di Rubat Tarim dia bagaikan Unta yang sangat bagus mahal hargaya karena mempunyai keistimewaan dan kelebihan sendiri.

Jama’ah yang melihatnya jadi kaget melihat hal itu, salah satu ahli ilmu di Kota Mukalla yaitu Al-Habib Abdullah shodiq Al-Habsyi yang mana beliau pernah mondok mencari ilmu di Rubat Tarim selama 9 tahun, beliau mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres dari si Fulan. Kemudian datanglah kabar bahwasanya si Fulan telah Isa'atul Adab (Berbuat kurang baik terhadab Gurunya). 

Ia pun bertanya pada si Fulan, setelah mendengar penjelasannya, si ahli ilmu menasehati agar ia (si Fulan) meminta maaf pada sang Maha Gurunya.

Memang karena sudah dikuasai oleh Syetan, iapun enggan untuk tawadlu’ dan meminta maaf pada sang Guru.
Hidupnya pun bertambah tragis, ilmunya sudah hilang dan tanpa ada keluarga yang mau menerimanya tanpa teman yang peduli pada nasibnya. Hingga ia hidup dalam keadaan sangat miskin di pinggiran Kota Mukalla dan sehari-hari menjadi penjual Arang di toko area Pasar.

Hingga akhir hayatnya ia hidup dalam keadaan miskin bahkan untuk sebuah kafan pun ia tak punya dan diberi sedekah oleh Ahlul Khoir yang dermawan. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Dan salah satu yang merawat jenazahnya dan memberi sumbangan kain kaffan dan pengurusan jenazah beliau adalah Al-Habib Abdullah shodiq Al-Habsyi.

Dari kisah ini, mari kita semua perbaiki Etika(Adab) kita kepada Guru kita dan kepada siapapun di sekitar kita meskipun kita sudah memiliki ilmu yang begitu banyak. Begitu pula mari kita saling Tawadlu’, merendahkan diri dan menjaga dari kesombongan yang bisa menghancurkan diri kita sendiri.

PESAN HIKMAH DARI CERITA DI ATAS :*

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki berkata :

أغضب من الطالب الذی لا یحترم أستاذه ولوکان الأستاذ صاحبه

"Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati Ustadznya, meskipun Ustadz tersebut adalah temannya sendiri.”

Imam Nawawi berkata :

ینبغی للمتعلم ان یتواضع لمعلمه ویتأدب معه وإن کان أصغر منه سنا وأقل شھرة ونسبا وصلاحا ؛ لتواضعه یدرک العلم

"Seyogyanya bagi seorang pelajar tawadlu’ (rendah hati) kepada Gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun Gurunya tersebut lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) keshalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadlu’ (rendah hati), niscaya ilmu akan ia dapatkan.”

Beliau juga berkata :

عقوق الوالدین تمحوه التوبة وعقوق الأستاذین لا یمحوه شیئ ألبتة

"Dosa durhaka kepada kedua orang tua bisa dihapus dengan bertaubat, sedangkan dosa durhaka kepada Guru sedikitpun tidak akan bisa dihapus.”

Al-habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad berkata :

وأضر شیئ علی المرید تغیر قلب الشیخ علیه، ولو اجتمع علی إصلاحه بعد ذلك مشایخ المشرق والمغرب لم یستطیعه إلا أن یرضي عنه شیخه

“Yang paling berbahaya bagi seorang Murid adalah berubahnya hati Guru kepada Muridnya (dari yang semula ridho menjadi murka). Andai saja semua Guru dari Timur dan Barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si Murid tersebut, maka mereka tidak akan mampu kecuali Gurunya tersebut telah ridho kepadanya.”

Senin, 25 Mei 2020

TAFAKUR

إذا المرء لايرعاك إلّا تكلّـــــــفا || فدعه ولا تكثر عليه التأســـــفا

Jika seseorang menghormatimu hanya sekedar basa-basi, maka tinggalkan saja dan tak perlu kau kasihani ...

فما كل من تهواه يهواك قلبــه || ولا كل من صافيته لك قد صفا

Tidak semua yang kau kasihi mengasihimu, dan tidak pula setiap yang kau tulusi akan tulus kepadamu ...

إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـــما || لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما

فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه || واقنع بجهلك إن جفوت معلمـا

Sesungguhnya guru dan dokter tak akan memberi nasehat bila tak dihormat ...

Terimalah penyakitmu bila kau acuhkan doktermu, dan terimalah bodohmu bila kau tentang gurumu ....

#RiyadhusSholihin
#JanganLupaTafakku

Senin, 18 Mei 2020

Manaqib Sayyidah Khadijah Al-Kubroo

"Manaqib Sayyidah Khadijah Al- Kubroo" (dinukil dari Kitab Ad- Durruts Tsamiin 'ala Hidyatil Muhibbin Fii Manaqib As-Sayyidah Khadijah Ummal Mu'miniin susunan Ayah Guru Kubah (Guru Munawwar Kamp.Melayu)..Mudahan bagi yg membaca Manaqib ini diberkati Allah..aaamiin..

11 Ramadhan, hari ini tepat Haul Wanita Paling Mulia Istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, "Ummanaa Khadijah Al-Kubroo, Al-F aatihah..
Assalaamu'alaiki Yaa Ummal Mu'miniin Sayyidatanaa Khadijah Al-Kubroo Radhiyallahu 'anhaa...

Sayyidah Khadijah adalah seorang perempuan yang mempunyai kemuliaan, beliau dilahirkan 15 tahun sebelum lahir Baginda Rasulullah, keturunannya daripada kaum Quraisy yang dihormati, beliau adalah seorang pedagang yang terkenal dan kaya raya. Manakala Allah menghendaki kepada beliau untuk mendapat
kemuliaan dunia dan akhirat, sampailah kabar kepada beliau akan seorang laki2 yang baik, akhlak terpuji dan jujur dikenal namanya
Muhammad Al-Amiin. Maka menawarkan Sayyidah Khadijah kepada Baginda Al-Amiin untuk didagangkan dagangannya, dengan gembira diterima tawaran itu oleh
Baginda Al-Amiin, kemudian berangkatlah Baginda Al-Amiin ke negeri Syam membawa dagangan Sayyidah Khadijah untuk dijualkan,
kemudian Sayyidah Khadijah menyuruh pembantunya Maysaroh supaya membantu Baginda Al-Amiin dalam perdagangannya. Ketika sampai di Syam semua dagangannya
habis laku dengan untung yang banyak, setelah itu kembali Baginda Al-Amiin ke Makkah, manakala sampai ke Makkah disambut oleh Sayyidah Khadijah dg senang gembira dan
ucapan terima kasih.

Setelah melihat kemuliaan dan kebaikan akhlak Baginda Al-Amiin serta keberhasilan dalam berdagang maka tertanam dihati Sayyidah Khadijah perasaan cinta dg Baginda Al-Amiin ditambah lagi cerita dari Maysaroh akan keajaiban yg terjadi pada Baginda Al-Amiin dalam perjalan berdagang ke negri Syam, diantaranya awan yg menaungi selama dalam perjalanan, unta yang tunduk dan patuh, perjalan yg cepat sampai dan mudah. Mendengar cerita yg demikian itu maka bertambah kuatlah cinta Sayyidah Khadijah kepada Baginda Al-Amiin, kemudian daripada itu menyuruh Sayyidah Khadijah akan Nafisah binti Umayah untuk menanyakan hal keadaan Baginda Al-Amiin, kemudian berangkatlah Nafisah kepada Baginda Al-Amiin dan bertanya:
"Wahai Baginda Al-Amiin apakah yang menegah engkau daripada berkawin? (Jawab Baginda) Aku tidak punya apa-apa, (Berkata Nafisah) Bagaimana kalau ada seorang perempuan yg baik akhlak, keturunannya mulia, elok rupanya dan kaya raya menginginkan diri engkau, (dijawab Baginda) siapakah?, (berkata Nafisah) Khadijah, (dijawab Baginda) sesungguhnya aku lihat Khadijah adalah seorang perempuan yg mulia, akhlak terpuji, bijaksana dan terpelihara dari pekerjaan kaum jahiliyyah.
Kemudian musyawarahlah Baginda Al-Amiin dg paman2 beliau dan mereka semua setuju, maka mendapatlah keberuntungan dunia akhirat Sayyidah Khadijah berkawin dg Muhammad Al-Amiin Khairul Bariyyah, kemudia datanglah pembesar2 kaum Quraisy menyaksikan perkawinan itu, lalu Abu Thalib paman Baginda berkata: "Segala puji bagi Allah yg telah menjadikan keturunan kami daripada dzurriyat Nabi Ibrahim 'alaihissalaam, menjadikan kami sebagai pembersih Baitullah, pelayan tanah haram dan pembear Quraisy, kemudian daripada itu anak saudaraku ini Muhammad bin Abdullah tidak ada bandingannya walaupun ia tidak kaya tetapi akhlaknya terpuji, keturunannya mulia, sesungguhnya telah meminang ia akan Khadijah binti Khuwailid dg mahar yg telah ditentukan, demi Allah kejadian ini sangat besar dan perkawinan ini sangat mulia. Kemudian berkata Waraqah bin Naufal: "Segala puji bagi Allah yg telah menjadikan keturunan kita daripada pembesar dan pemimpin Quraisy dan keturunan kalian semua daripada pembesar2 Quraisy yg mulia dan kami sangat gembira dengan terhubungnya kekeluargaan dg kalian, kemudian saksikanlah wahai kaum Quraisy bahwasanya aku kawinkan Khadijah bint Khuwailid dg Muhammad bin Abdillah dg maharnya 400 dirham.
Kemudian berkata Abu Thalib :
"Segala puji bagi Allah yg telah menghilangkan kesedihan dan kedukacitaan berkat perkawinan ini. Baginda kawin berumur 25 tahun, Sayyidah Khadijah berumur 40 tahun, maka mengadakan walimah Baginda dg menyembelih 2 ekor unta.
Dan adalah Sayyidah Khadijah salah seorang istri yg paling banyak membantu Baginda ketika Baginda pergi berkhalwat beribadah kepada Allah SWT, Sayyidah Khadijah menyiapkan makan dan keperluan Baginda, maka dg sabar dan ridho beliau menunggu Baginda pulang dan menyambut Baginda dg gembira, menghibur dan menyenangkan hati Baginda daripada kepayahan apabila datang dai Gua Hira, sampai kepada masanya Baginda bertemu dg Malaikat Jibril membawa wahyu yg pertama, maka pulanglah Baginda dg perasaan yg berbeda lalu beliau minta selimuti kepada Khadijah sambil berkata: Wahai Khadijah selimuti aku, Wahai Khadijah selimuti aku..sesungguhnya telah terjadi sesuatu yang luar biasa pada diriku, menjawab Khadijah dg kasih sayang lembut dan bijaksana: "Demi Allah sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan engkau hina selamanya, Allah telah menjadikan engkau mulia dan seorang pemimpin, engkau telah menyambung shilaturrahiim, engkau telah memuliakan dan memberi makanan tamu2, engkau telah menolong orang yg kesusahan, engkau telah memberi hadiah pada org yg miskin, engkau telah menolong dan membela orang yang benar, tetaplah wahai anak pamanku engkau telah mendapat kegembiraan, demi Allah aku yakin bahwa Allah tidak akan memperbuat sesuatu kepada engkau melainkan kebaikan semua dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Nabi akhir zaman da sekarang telah sampai masanya engkau datang, sesungguhnya telah memberi khabar akan aku oleh Rahib Buhaira dg kabar yg nyata dan menyuruh ia untuk mengawini engkau dua puluh tahun yg lalu.
Alangkah sempurna akal dan ilmu Sayyidah Khadijah, perkataan beliau telah menghibur dan menyenangkan hati Baginda, perkataan beliau telah membenarkan apa yg terjadi pada Baginda walaupun beliau sudah yakin lebih adahulu perkataan itu selalu diingat dan disebut oleh Baginda di hadapan para shohabat, karena itu beliau mendapat keistimewaan yg banyak tidak terhingga. Adapun sebahagian daripada keistimewaan Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anhaa:
* Awal2 orang yg masuk Islam, maka dg sebab iman Sayyidah Khadijah , Allah ringankan segala bebabn yg ada pada Baginda Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
* Mendapat kemuliaan sbg istri Rasulullah dan mendapat keberuntungan dg berkhidmah kpd Rasulullah dan menyaksikan ketikan dibangkitkan Rasulullah serta menolong dan membela dakwah Rasulllah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
*Keturunannya terpelihara daripada keturunan kaum jahiliyyah sehingga beliau diberi gelar "Sayyidah Ath- Thoohiroh" dan masyhurnya dipanggil dengan "Al-Kubroo" dan nasab beliau bertemu dg nasab Rasulullah pada datuknya Qushay.
*Termasuk daripada "Ahlud Darki"
yaitu apabila di tawasuli dg menyebut ( Yaa Ummanaa Khadijah Al-Kubroo 3x) maka hadirlah beliau.
*Beliau mempunyai ilmu dan akal yg sempurna, akhlak yg baik dan terpuji, bijaksana dalam segala urusan, mempunyai firasat yg kuat, semangat besar, pandangan dan pendapat yg tepat, mempunyai keelokan yg sempurna.
*Orang yg sangat kaya raya dan pemurah, banyak harta dan pembantu perniagaan yg berhasil sehingga semua hartanya diserahkan kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam untuk dakwah agama Islam.
*Selalu menghibur dan menyenangkan hati Baginda, senantiasa bersama Baginda selama lebih kurang 24 tahun menjalani rumah tangga tidak pernah beliau menyakiti hati Baginda Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
*Diberi pangkat oleh Allah "Afdholu wa Sayyidatu Nisaa.il 'Aaalamiin dan istri yg paling utama dari istri2 Baginda.
*Mendapat ucapan dan kiriman salam dari Allah dan Malaikat Jibril dan beliau mendapat kabar dari Rasulullah bahwa Allah telah menyediakan untuk mahligai yg terbuat dari Mutiara.
*Sangat dicintai Rasulullah, sbg sabda beliau: "Sungguh aku telah diberi Allah cinta pada Khadijah dan aku cinta kepada orang yg mencintainya."
Walhasil, bahwasanya keistimewaan
beliau tidak dapat dihitung, manaqib
beliau tidak dapat dibatasi karena
beliau selalu dipuji dan diceritakan
Baginda kebaikan dan keistimewaannya. Sayyidah Khadijah diwafatkan pada tanggal 11 Ramadhan, 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah dan beliau di makamkan di Mu'alla yg dikenal dg Kampun Hujun. Maka dg kasih sayang turun Baginda meletakkan jasad Sayyidah Khadijah dan meratakan tanahnya dg perlahan-lahan sebagai tanda kelebihan beliau dari istri2 yang lain dan beliau wafat berumur 65 tahun Radhiyallahu 'anhaa..

HIZIB SAKRON

( Do'a mustajab hizib sakran )

Hizib sakran adalah wirid yang khas dan biasa diamalkan oleh thoriqoh ba'alwy. wirid ini dinamani wirid sakran atau hizib sakron dan dikarang oleh Al Imam Al Habib Abu Bakar Assakran. Beliau digelari dengan As-Sakran (mabuk) , karena beliau mabuk dengan cintanya kepada Allah SWT.


beliau adalah seorang wali besar yang memiliki segudang karomah, ia adalah orang yang sholeh dan selalu taat pada perintah Allah SWT. nasab beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW, Silisilah beliau adalah :

Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW.

Beliau wafat di tarim pada tahun 821 H, salah satu peninggalannya yang sampai kini selalu dibaca adalah wirid sakran.

Banyak yang bilang Hizib Sakran auranya sangat panas dan keras serta bisa mempengaruhi karakteristik yang mengamalkan'nya bila dalam hati si pengamal tertanam rasa riya takabur dan tidak ikhlas dalam mengamalkannya, untuk itu hanya orang-orang kusus yang memiliki niat baik lillahita'ala dan orang orang yang penyabar, orang yang telah mengerti ilmu agama, dan harus ada dalam bimbingan seorang guru yang faham.

Jika mengamalkannya ikhlas atas ridho allah SWT. isnya allah ia akan :

Berani, tegar, ihlas tenang, menghadapi perkara sesulit apapun

Akan di selamatkan, akan kebal dari serangan senjata,muncul karisma dan wibawa, di beri kekuatan menjaga pemiliknya dari manusia, jin dan syaiton jahat, Diberikan kebesaran hati dalam menghadapi masalah.

Do'a hizib tidak bisa sembarangan untuk mengamalkannya harus dalam bimbingan ulama yang faham ilmu agama dan berpengalaman...

Wallahualam...


Wirid Habib Ali bin Abu Bakar As-Segaf

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللّهُمَّ إِنِّى أَحْتَطْتُ بِدَرْبِ اللهِ, طُولُهُ مَاشَاءَ اللهُ, قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ, صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, سَقْفُهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma inni ahtath-tu bidarkillaah, thuuluhuu maa syaa-Allooh, qufluhuu laa ilaaha illallooh, baabuhuu muhammadur-rasuulullooh shallalloohu ‘alaihi wasallam, saqfuhuu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sungguh aku mengelilingi (rumahku) dengan penjagaan Allah. Panjangnya ‘Maa syaa-Alloh’ (sesuatu yang dikehendaki Allah). Kuncinya ‘Laa ilaaha illallooh’ (tiada tuhan selain Allah). Pintunya ‘Muhammadur-rasuululloh, shallalloohu ‘alaihi wasallam’ (Mu-hammad adalah utusan Allah saw). Atapnya ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim’ (tiada daya dan tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah Yang maha Tinggi lagi Maha Agung).

أَحاط بِنَا مِنْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ .مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ(3 × )

Ahaatha binaa min : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim, maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin. (Dibaca 3 x)

Artinya : Semoga Allah melindungi/mengelilingi kami dengan perantaraan (bacaan surat al-Fatihah) “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penya-yang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(QS al-Fatihah : 1-7).

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ, لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, وَ لاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ, وَ لاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatun walaa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Artinya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al-Baqarah : 255).

بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُولِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ, مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُورٍ, وَحَذَرٍ مَحْذُورٍ, وَ مِنْ جَمِيْعِ الشُّرُورِ, تَتَرَّسْنَا بِاللهِ (3×) مِنْ عَدُوِّنَا وَعَدُوِّ الله, مِنْ سَاقِ عَرْشِ اللهِ, إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ  بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, صَنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Binastadaarat kamastadaaratil malaa-ikatu bi madiinatir-rasuuli bilaa khandaqin walaa suurin, min kulli qadarin maqduurin, wahadzarin mahdzuurin. wamin jamii’is-syuruur. Tatarrasnaa billaahi (dibaca 3 x). Min ‘aduwwinaa wa’aduw-willaah, min saaqi ‘arsyillaah, ilaa qaa’i ardhillaah, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. ‘Aziimatuhuu laa tansyaqqu bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Shan’atuhuu laa tanfa’u bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. 

Artinya : Kami terlindungi, sebagaimana para malaikat yang melindungi kota Rasulullah (Madinah) denghan tanpa parit dan benteng, dari setiap kekuatan yang ditentukan, dari kewaspadaan yang perlu diwas-padai, dari semua keburukan. Kami hanya berpe-risaikan dengan Allah. Dari musuh kami dan musuh Allah, dari penjaga ‘arasy-nya Allah, ke dasar bawah bumi Allah, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Jimatnya tidak retak, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Pekerjaannya tidak terputus berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.

اَللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِى بِسُوءٍ مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ وَالْوُحُوشِ مِنْ بَشَرٍ أَوْشَيْطَانٍ أَوْسُلْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ, فَارْدُدْ نَظَرَهُمْ  فِى انْتِكَاسٍ, وَقُلُوبِهِمْ فِى وَسْوَاسٍ, وَ أَيْدِيْهِمْ فِى إِفْلاَسٍ, وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ, لاَ فِى سَهْلٍ يَجْدَعُ, وَلاَ فِى جَبَلٍ يَطْلَعُ, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Alloohumma in ahadun araadanii bisuu-in minal jinni wal insi wal wuhuusyi, min basyarin au syaithaanin au sulthaanin au waswaasin, fardud nazharahum fintikaasin, waquluubuhum fii waswaasin, wa aidiyahum fii iflasin, wa aubiqhum minar-rijli ilar-ra’si, laa fii sahlin yajda’u, walaa fii jabalin yathla’u, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.  Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muham-madin wa aalihii washahbihii wasallam.

Artinya : Ya Allah! Jika seseorang ingin berbuat jahat kepadaku, baik dari kalangan jin, manusia, maupun binatang buas, baik dari manusia, syetan, penguasa (zhalim), maupun bisikan jahat, maka kembalikan pandangan (pikiran) mereka dalam keadaan terjung-kir, hati mereka dalam keragu-raguan, tangan-tangan mereka dalam keadaan gagal (tak bisa berbuat banyak), hancurkan/hinakan mereka dari kaki sampai kepalanya, tak mampu memotong (mengalahkan /berjalan) di tanah datar dan tidak mampu memanjat di gunung, berkat beratus-ratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada junjungan kita, Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.

__________________________________________________
*) Teks Doa diambil dari kitab asli berbahasa arab : "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Sabtu, 16 Mei 2020

Sulitnya Mencari Guru Mursyid

Sulitnya Mencari Guru Mursyid

Imam Ibn Athoillah As-sakamdsry dawuh :

إذا طلبت قارئا وجدت ما لا يخصى، إذا طلبت طبيبا وجدت كثيرا، إذا طلبت فقيها وجدت مثل ذالك، إذا طلبت من يدلك ويعرف بعيوب نفسك لم تجد الا قليلا، فإذا ظفرت به فامسكه بكلتا يديك.

Apabila kamu mencari orang yang pandai membaca (Al-Qur'an, Kitab, Buku-buku) maka akan menemukan jumlahnya tidak terhitung.

Apabila kamu mencari seorang tabib (dokter) maka akan menemukan begitu banyak.

Apabila kamu mencari ahli fiqh maka akan menemukan sama seperti banyaknya (ahli baca dan ahli kedokteran).

Dan Apabila kamu mencari orang yang menunjukanmu kepada Allah dan memberi tahu tentang aib2 dirimu, maka tidak akan menemukan kecuali sedikit.

Oleh karena itu jika sudah menemukanya maka peganglah erat dengan kudua tanganmu.

Sabtu, 09 Mei 2020

APA BUKTI RASA SYUKURMU?

APA BUKTI RASA SYUKURMU?

لا تدهشك واردات النعم عن القيام بحقوق شكرك فان ذالك ممايحط من وجود قدرك

Jangan sampai nikmat yang berlimpah membuatmu lupa untuk menjalankan kewajiban bersyukur karena dapat merendahkan harga dirimu. --Syekh Ibnu Atha'illah, Al-Hikam.

Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa kita tidak boleh terpesona dan tidak boleh lalai untuk menjalankan kewajiban-kewajiban bersyukur kepada Allah yang telah memberi berbagai macam nikmat.

Salah satu bentuk syukur adalah dengan cara melihat kelemahan diri kita sendiri dalam menunaikan hak-hak itu. Kita harus bersyukur atas karunia Ilahi yang setiap saat kita dapatkan. Sikap lalai itulah yang merendahkan harga diri kita sebagai hamba dan makhluk di hadapan Sang Khalik.

Jangan sampai banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepadamu membuat dirimu lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Jangan sampai pula kau berpandangan bahwa nikmat yang kau dapat itu datang dengan sendirinya sehingga kau tidak mau bersyukur kepada sang Maha Pemberi.

Contoh bersyukur dengan lisan adalah dengan memperbanyak dzikrullah, bershalawat, dan beristighfar serta memperbanyak wirid setelah shalat lima waktu agar diri kita sebagai hamba selalu mampu mengingat karunia Allah yang tiada tara. 

--Syekh Ibnu Atha'illah Al-Hikam, syarah Syekh Abdullah Asy-Syarqawi.

Selasa, 05 Mei 2020

beberapa kisah penampakan jin yang terjadi di zaman Rasulullah

Eksistensi dan makhluk ghaib lainnya pun diakui Alquran. Penciptaan mereka, tugas mereka, dan cara mengusirnya semua dijelaskan dalam Alquran. Tapi, untuk wujudnya sendiri, tidak ada yang bisa memastikan.

Namun, tahukah Anda kalau di zaman Rasulullah, kasus sudah terjadi dan ini semua tertulis dalam tafsir dan beberapa hadist sahih.

1. Penampakan iblis di perang Badar

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas berkata, "Iblis telah menyerupai manusia sebagai sosok Suraqah bin Malik, pemuka Bani Mudlij. Dia datang ke tengah barisan tentara orang-orang musyrikin lalu berkata: Tidak ada seorang pun yang dapat menang terhadap Kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya adalah pelindungmu. Ketika manusia telah berkumpul Rasulullah SAW mengambil segenggam debu, lalu beliau lemparkan ke arah orang-orang musyrikin, mereka pun lari tunggang langgang. Lalu Jibril menemui

Waktu itu iblis sedang memegangi tangan salah seorang musyrik, begitu melihat kedatangan Jibril, dia langsung melepaskan tangan orang musyrik tersebut dan kabur mengambil langkah seribu. Orang musyrik itu pun langsung meneriakinya: Wahai Suraqah, Kamu tadi mengklaim diri sebagai pelindung kami? " Iblis menjawab, "Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak bisa melihatnya, sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya." Itulah reaksi Iblis saat melihat para malaikat." (Tafsir Ibnu Katsir: 2/317).

2. Penampakan iblis di saat musyawarah

Dalam satu momen, tokoh kafir Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (tempat bermusywarah). Iblis menyusup dan menjelma sebagai seorang tokoh besar lengkap dengan pakaian kebangsaan.

Saat kaum Quraisy melihat sosok ini, mereka bertanya; "Siapakah Anda?" lalu sosok itu menjawab, "Saya syekh (pemuka agama) dari kota Nejed. Saya mendengar kalian telah bersatu, karena itu saya hadir ke sini agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasihat saya". Mereka pun antusias menyambutnya.

"Ya, silahkan masuk." menyerupai syekh itu pun masuk bersama mereka lalu berkata, "Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad SAW). Demi Allah, sepak terjangnya tak akan bisa kalian banding". (Sirah Ibnu Hisyam: 2/94 dan Tafsir Ibnu Katsir: 2/379).

3. Penampakan hantu di keranjang

Dalam cerita, seorang sahabat Nabi bernama Abu Ayyub punya sekeranjang kurma. Menurut ceritanya, keranjang tersebut didatangi hantu dan mengambil salah satu kurmanya. Kemudian dia melapor ke Rasulullah, dan Nabi bersaba, "Pergilah (ke tempatmu semula), apabila Kamu melihatnya lagi, bacalah, "Bismilillah Ajibi Rasulullah" (Dengan nama Allah, taailah seruan Rasulullah). Kemudian aku praktikkan, lalu dia (jin) bersumpah untuk tidak datang lagi. Cerita ini sama dengan yang dialami Abu Hurairah". (HR. Tirmidzi).

4. Penampakan jin di dalam gentong

Ubay bin Kaab berkata, "Saya pernah punya gentong yang berisi kurma, saya selalu memeriksanya. Namun pada suatu saat, kurma itu berkurang dan waktu itu saya melihat sosok menyerupai anak remaja. Aku pun menegurnya, "Apakah kamu jin atau manusia?" Sosok itu menjawab, "Aku jin". Aku bertanya kembali, "Apa yang bisa membentengi kami dari kejahatanmu?" Dia meniawab,"Ayat Kursi". Lalu aku ceritakan hal itu ke Rasulullah. Beliau bersabda, "Syetan itu benar." (HR. Nasai)

5. Penampakan setan saat solat

Suatu ketika, Aisyah ra berkata, "Ketika Rasulullah salat, datanglah syetan kepadanya. Lalu Rasulullah menangkapnya, membantingnya, dan mencekiknya. Rasulullah kemudian bersabda, "Sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku." (HR. Nasai)

6. Penampakan setan di dalam gudang zakat

Abu Hurairah berkata, "Rasulullah mengamanahiku untuk menjaga hasil pengumpulan zakat di bulan Ramadhan, lalu datanglah seseorang. Lalu dia menciduk hasil zakat dengan tangannya. Aku menegurnya; "Demi Allah, kamu akan saya laporkan ke Rasulullah." Kemudian dia berkata, "Saya sangat butuh sekali dan saya mempunyai keluarga yang sangat membutuhkan makanan ini." Maka aku membiarkannya pergi. Di pagi harinya, Rasulullah bertanya kepadaku: "Apa yang dilakukan tahananmu semalam?"

(Lalu Abu Hurairaih bercerita, dan peristiwa itu berulang tiga kali), sampai akhirnya jin itu mengajari Abu Hurairah ayat Kursi untuk membentengi diri dari gangguan syetan. Dan hal itu dibenarkan Rasulullah. Beliau berkata, "Kali ini dia benar, padahal dia pembohong, dia adalah syetan." (HR. Bukhari).

7. di dalam rumah

Dalam sebuah kisah, Abu As-Saib berkata, Abu Said al-Khudri pernah bercerita tentang pemuda penghuni rumah sebelahnya yang mati akibat balas dendam jin yang dibunuhnya. Waktu itu, itu menampakkan diri dengan menyerupai bentuk ular. Tidak diketahui secara persis, mana yang terlebih dahulu mati, pemuda atau ular. Ketika peristiwa itu disampaikan ke Rasulullah SAW, Beliau bersabda, "Sesungguhnya di Madinah ini ada jin yang telah masuk lslam. Oleh sebab itu, jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka biarkanlah (izinkanlah) tiga hari. Jika setelah itu masih terlihat, maka bunuhlah karena dia adalah setan."

8. Ketika Rasulullah Diganggu Jin Ifrit

Dalam satu perjalanan dari rangkaian Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah Nabi kita dikejar Jin Ifrit.Yah betul sekali, Raja Jin yang pernah ditawan oleh Nabi Sulaiman pun ternyata di sepenggal cerita Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW muncul kembali bahkan di titik ini, Jin Ifrit berusaha mengejar Nabi dan Malaikat Jibril yang kala itu sedang melakukan perjalanan Isra dan Miraj,tepatnya perjalanan dari masjidil haram ke masjidil Aqsho setelah tapak tilas beberapa situs sejarah Nabi-Nabi terdahulu.

Tiba tiba terlihatlah jin Ifrit dari belakang dengan membawa obor api, ketika Nabi melirik ke belakang dan mencoba ingin melihatnya seketika itu juga Malaikat Jibril AS mencegahnya seraya berkata kepada Nabi SAW," berkenankan kah engkau wahai Nabi untuk saya ajarkan satu kalimat (doa) apabila engkau bacakan kalimat tersebut maka dengan izin Allah SWT, nyala api di tangan Jin Ifrit (obor) akan padam begitu pun jin ifrit pun akan jatuh tersungkur" Nabi SAW pun menjawab "Ya, silahkan".


Maka Malaikat Jibril AS pun mengajarkan Nabi doa ini :

"Audzu biwajhil karim,wabikalimatillah at tammati allati la yujawizahunna,wa la fajira minsyarri ma yanzilu minas sama',wa min syarri ma ya'ruju fiiha,wa min syarri ma dzara'a fil ardhi, wa min syarri ma yakhruju minha, wa min fitanil laili wan nahar, wamin thowariqil laili wan nahar, illa thoriqon yathruqu, ya rahman !"



Peresmian Jalan Eyang Kiyai Hasan Maolani

Bumi Panungtung Mengucapkan: selamat dan sukses atas peresmian  Nama Jalan Lingkar Timur Utara Tugu Ikan Sampora - Tugu Sajati Ancaran, sepa...