Cari Blog Ini

Follow Me

Kamis, 13 Januari 2011

RINTANGAN HIDUP

"Sebuah Ujian Hanyalah datang dari atas ke bawah" bukan lah dari bawah ke atas,,,,,? ketika kita menyikapi suatu permasalahan yg blm tentu kepastiannya,,,,? 
LIFE
Pastikan dahulu sebelum bertindak nan jgn sampai menyesal kemudian,,,karena kesempatan terbaik tidak datang untuk keduakalinya? setiap rencana yang di atas dimaksud dipastikan mengandung sebuah makna yang mendalam bagi yang dibawah,,,,,,?
Maka dari itu pelajari langkah demi langkah yang sedang dijalani agar lebih baik kemudian,,,,,,?
Sebuah pengalaman nan ujian memang sebuah guru yang paling mahir dalam mendidik muridnya,,,?
Makanya sebuah pengalaman tidaklah mungkin dibuat - buat untuk didapatkan, melainkan sebuah pengalaman akan datang secara tiba-tiba dan bahkan sangat ,menyedihkan bagi kita.
Maka pengalaman pasti menciptakan sebuah langkah nan sikap yang penuh hati -hati nan sangat bijaksana untuk mencapai kesempurnaan tersebut khususnya kebaikan bersama "Bukan Kesempurnaan Pribadi".
Ketika sebuah pepatah terlontar bahwa "Hidup Berilmu Bagaikan Tanaman Padi", yang semakin tua semakin merunduk,,,,,makna tersebut sangatlah mendalam untuk dijabarkan, karena jika di satukan dengan sebuah filsafat berbunyi "Ilmu Yang bertambah Bagaikan Buah Kelapa Tua YAng Jatuh TAk Berbekas" jika di maknai yaitu,,,,,: Ilmu yang berawal cengkir,,,,muda, rapuh,,,bahkan jika terjatuh akan mudah pecah dan tak berguna tp semakin tua semakin berisi dan keras bahkan terjatuhpun tak kunjung berbekas,,,,? di gambarkan sesosok muda yng mudah rapuh dengan sesosok Tua yang kuat,,,,?
Dari kedua devinisi tersebut, menurut rekan -rekan yang terbaik filsafat yang pertama atau yang kedua...?
Bagi saya pribadi kedua pilsafat tersebut benar dan harus berdampingan, karena Pilsafat kesatu mengandung makna "Rendah Diri" jika untuk orang-orang keras kepala/ Sombong namun jangan salah bukan untuk menyombongkan diri, kemudian Pilsafat kedua bermakna "Sebuah Ilmu harus Tua, Matang nan Kuat"
Seperti halnya Hadist dalam Islam sering disalah gunakan demi kepentingan pribadi hadist dikeluarkan dan ditekankan pada sesuatu yang tidak seharusnya hadist tersebut dikeluarkan.
Maka dari itu sebagai sesama umat manusia saya hanya mengingatkan anda untuk berhati-hati dalam berbicara, Ayah saya sering berkata bahwa "Mulutmu Adalah Macanmu"

Sajak Renungan Hati
Karya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.