Cari Blog Ini

Follow Me

Sabtu, 15 Oktober 2016

Rosululloh SAW Ahsanan Naasi

Nabi Muhammad adalah sebaik-baik manusia dalam penciptaan dan budi pekerti, dan orang yang paling suka memberi petunjuk ke jalan yang benar.

Budi pekertinya adalah Al-Quran, tabiatnya adalah pengampunan, pemberi nasihat kepada manusia dan gemar berbuat baik.

Ia selalu memaafkan kesalahanmu jika berkaitan dengan haknya. Namun jika hak Allah yang dilanggar, tak seorang pun sanggup berdiri menentang kemarahannya.

Siapa pun melihatnya, meski sepintas akan segan, dan jika orang miskin mengundangnya tentu didatanginya.

Beliau selalu mengatakan kebenaran walaupun terasa pahit, dan tidak pernah menyimpan rahasia hati, menipu serta membahayakan orang-orang Islam.

Siapa pun yang melihat wajahnya akan segera tahu bahwa beliau bukanlah seorang penipu. Beliau bukan pula seorang pengumpat dan pencela.

Jika sedang gembira, wajahnya bagaikan belahan rembulan. Dan bila berbicara dengan manusia, seolah-olah mereka tengah memetik buah yang manis. Apabila beliau tersenyum, senyumnya sesejuk butiran embun. Dan bila beliau berbicara, seakan mutiara berjatuhan dari ucapannya.

Bila tengah berbincang, seolah minyak misik keluar (semerbak) dari mulutnya... Bila berjalan di suatu lorong, segera diketahui bahwa beliau baru saja melalui lorong tersebut karena keharumannya.

Jika beliau duduk di suatu majelis, keharumannya terus membekas sampai beberapa hari lamanya sekalipun beliau telah berlalu.

Beliau memang selalu harum meskipun tidak memakai wewangian. Ketika berjalan di antara sahabatnya, beliau laksana bulan di antara bintang-bintang yang gemerlapan.

Dan bila berjumpa dengannya di malam hari, pancaran cahayanya membuata orang-orang seolah-olah tengah berada di siang hari

Dan Nabi saw. adalah orang yang paling pemurah meski dibandingkan dengan angin yang berembus.

Beliau juga selalu berkasih sayang terhadap anak yatim dan para janda.

Sebagian orang yang mencitrakan beliau berkata, “Belum pernah kulihat seseorang yang berambut hitam, berpakaian merah, dapat melebihi ketampanan Rasulullah saw.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Give Your Comment

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.